.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

26/01/13

Puisi: Sajak Pemilu

pemilu, pemilu
dengan apa aku menyambutmu
sebagai warga negara yang patuh
kubulatkan tekad untuk ikut bersatu
berjejal di tempat pemungutan suara yang berdebu
dengan hati tak menentu, 
akhirnya kuserahkan juga pilihanku 

pemilu, pemilu
adakah kini aku tak salah menunggu
pemimpin-pemimpin yang tulus menjenguk hati
bekerja demi kehidupan dan kehormatan bangsa ini
ataukah cuma ilusi, berakhir anganku
pada sayatan sembilu

pemilu, pemilu
dari sekian juta suara dalam kotak itu
kubayangkan pula selembar suaraku
berdesak-desakan mencari pintu
pintu yang penuh cahaya, dimanakah itu?
o, kuharap ia tak berakhir pilu
dan harapan tak selamanya kelabu

pemilu, pemilu
setelah mendengar perhitungan suara yang palsu
perlahan-lahan impianku
rontok satu demi satu
terkubur jutaan gombal dan janji yang riuh

pemilu, pemilu
setelah tahun-tahun rusuh
dan kabut hitam mengepung jiwaku
bagaimana lagi aku menyambutmu

Muhary Wahyu Nurba, Lahir di Makassar pada 5 Juni 1972. Anggota Masyarakat Sastra. Tamalanrea. Selain menulis puisi, ia juga menulis cerpen, esei dan membuat desain grafis untuk beberapa buku dan majalah. 

Puisi-puisinya ditemukan dalam berbagai antologi baik yang terbit di Sulsel maupun di luar Sulsel. Ia menulis di berbagai media antara lain pada harian Fajar, Pedoman Rakyat (Makassar), Jurnal Puisi (jakarta) dan Plangi Magazine (Australia).

Tahun 2004 diundang oleh Dewan Kesenian Jakarta untuk membacakan puisi-puisinya dalam Forum Cakarawala Sastra Indonesia. Bukunya yang telah terbit antara lain: Meditasi (1996), Jadilah Aku Angin Jadilah Kabut (1997), dan Sekuntum Cahaya (1999).

Sebagai editor ia telah menyunting puluhan buku dan minatnya pada sastra telah membuat ia mendirikan penerbit Saji Sastra Indonesia, kemudian Gora Pustaka, dan saat ini sedang mengembangkan penerbit Nala Cipta Litera, sebuah penerbitan buku sastra, seni dan budaya di Sulawesi selatan.

Selain menulis, ia juga terkenal sebagai pembaca puisi dan melukis. Dapat dihubungi di https://twitter.com/muharywn
Share:

0 komentar:

Posting Komentar