.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

23/02/13

Puisi: Karena Saya Perempuan


Saya tidak boleh pake jeans!
Saya tidak boleh pake kaos!
Saya tidak boleh lari-larian!
Saya tidak boleh main basket!
Saya tidak boleh ikut taekwondo!
Saya juga tidak boleh latihan karate!
Kenapa?
Karena saya adalah Perempuan.

Saya harus kalem!
Saya harus lembut!
Saya harus pake rok!
Saya harus berjilbab!
Saya harus pake kaos kaki!
Saya harus di rumah!
Kenapa?
Karena saya adalah Perempuan!

Memangnya kenapa kalau saya ini adalah seorang perempuan?

Apa saya harus meninggalkan semua yang kugemari, dan menjalani yang diharuskan untuk wanita?
Tertekan.
Harus!
Wajib!
Dan sebagainya!

Saya adalah perempuan, aku tahu itu!
Tapi saya juga manusia tercipta dengan naluri dan keinginan.
Kalo saya ke sana dan ikut latihan taekwondo atau karate dengan gaya bagaikan seorang pendekar apakah salah?
Atau ketika saya ingin ke lapangan dan main basket sambil berkeringat adalah hal yang salah juga?
Saya ingin lari pagi seperti yang biasa kulakukan dengan celana dan kaos, pake sepatu kets. Apa itu mengherankan?

Kata ibuku, panjangkan rambutmu, kamu perempuan!
Kamu harus tahu seluk-beluk dapur karena di sanalah tugasmu.
Apa cuma sebatas itu hak seorang perempuan, berkutat di dapur dan mengurusi keluarga semata?

Saya ingin melintas alam, berkemah di pegunungan, berpetualang di air terjun, berenang di kedalaman sungai yang jernih. Tapi saya tidak pernah bisa melakukannya.
Kenapa?
Karena saya adalah Perempuan!

Ada apa dengan perempuan?
Hingga demikian banyak hal yang terlarang untuknya.

Saya heran melihat cara mereka memperlakukan perempuan, dibela, dimuliakan, dihormati, diagungkan, dipuja,
Tapi...
Seketika mereka akan menginjak-injak perempuan, membuatnya terhina, memalukan, dan...menjijikkan.

Ketika saya kuliah, saya kemudian memahami bahwa perempuan adalah kesempurnaan. Saya mendapati Al-Qur’an berkata wajib baginya seorang perempuan menjaga kehormatannya, menutup auratnya.
Saya melakukannya, karena saya sadar bahwa saya adalah perempuan. Saya berusaha melakoni peranku sebagai perempuan namun terkadang nuraniku memerangi jiwaku ketika naluriku memanggil untuk melakukan hal yang gila bagi perempuan.
Saya perempuan berjilbab tidak boleh melakukan hal yang aneh karena secara tidak langsung kehormatanku adalah kehormatan seluruh perempuan di bumi
Saya terkadang membohongi diri ketika saya tampil sebagai perempuan yang anggun, dibalut jilbab menjuntai tapi sebenarnya diriku adalah pemberontak!

Ya..seperti itulah adanya. Kita harus bangga dengan keperempuanan yang kita miliki. Kita adalah takdir terlahir sebagai perempuan. Itu adalah kemuliaan, Al-Qur’an mengakui hal itu. Jadi bagaimanapun caranya kita harus belajar memuliakan takdir kita sebagai perempuan. Kalaupun ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk kehormatan kita, kenapa tidak?

Tidak ada penghormatan bagi perempuan kecuali dirinya sendiri.
Selama masih dalam koridor yang dibolehkan, tidak ada batasan bagi perempuan untuk terus berkarya.
Perempuan bernapas seperti manusia lainnya, tidak ada bedanya dengan mereka yang menyebut dirinya laki-laki.
Yang membedakan hanyalah kodrat yang dimiliki perempuan yang tidak pernah bisa dijamah oleh laki-laki. Seperti apa itu, hanya perempuan yang tahu.

Perempuan adalah kemuliaan, jadi bagaimanapun keadaannya jangan pernah lupa bahwa dirimu adalah Perempuan.

Andi Asni Fatimah, dapat ditemui di http://kanvasmalam.wordpress.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar