.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

19/02/13

Korban Bencana Menagih Janji Pemkab Takalar


TAKALAR, TURUNGKA.COM - “Setiap kali hujan turun, kami kebasahan. Apalagi ketika hujannya turun malam hari, tidur kami terganggu. Tidur baru terasa enak jika hujan berhenti.” Keluh Tibo.

Tibo adalah warga Dusun Kanite Desa Popo, salah satu korban bencana angin puting beliung yang memporak-porandakan ratusan atap rumah warga di Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, 9 Januari 2013 silam.

“Bantuan yang pernah dijanjikan oleh pemerintah sangat kami harapkan, terutama material bangunan untuk memperbaiki rumah kami.” Lanjut Tibo.

Masih menurut Tibo, pemerintah memang sudah pernah menyalurkan bantuan pada saat berncana terjadi, tapi itu berupa sembako. “Bukan itu yang kami butuhkan, kami memerlukan logistik berupa atap dan balok-balok.”

Pada saat bencana berlangsung, pemerintah sudah mendata rumah yang jadi korban dan menjanjikan bantuan berupa sembako, seng dan balok sesuai dengan kadar kerusakan masing-masing. 

“Nyatanya, baru sembako yang kami peroleh, beberapa rumah yang rusak parah terpaksa diperbaiki seadanya dengan menggunakan uang pribadi.” Ujar Tibo dengan mata berkaca-kaca. Rumah Tibo termasuk yang belum diperbaiki sama sekali.

Kepala Desa Popo, Bostan Tata mengatakan ,“Kami sudah melaporkan ke Kecamatan tapi sampai sekarang belum ada informasi perihal bantuan tersebut.”

Tombong, Staf Kecamatan Galesong Selatan yang mengurusi bencana tersebut juga mengungkap hal yang sama, “Pemda hanya menyuruh kami menunggu.”

Pihak Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Kab. Takalar, Asdar yang kami konfirmasi melalui telepon hanya mengatakan bahwa sampai sekarang Penetapan Anggaran Pemda tentang masalah ini belum kelar.

“Sampai sekarang, memang dana untuk bantuan seng dan balok belum ada.” Ujar Asdar di ujung telepon.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar