.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

13/02/13

Pelantikan dan Dialog Kemahasiswaan LKIMB UNM


MAKASSAR, TURUNGKA.COM – Pengukuhan pengurus LKIMB UNM oleh PR III UNM pada rabu (13/02/2013) di ruang senat lantai 3 gedung rektorat Baru berlangsung meriah dan menyita perhatian para undangan dari beberapa organ kemahasiswaan baik Internal dan Eksternal yang hadir.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan dialog kemahasiswaan yang mengangkat tema “Rekonstruksi paradigma Gerakan kemahasiswaan Dalam melawan Hegemoni Kampus” menghadirkan BEM UNM, HMI MPO, PEMBEBASAN-LKIMB UNM, sebagai panelis. Pembicara utama mantan aktivis UNM di era 90-an yaitu A. Waliyul Hamdi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LKIMB UNM yang baru, Baihaqi menjelaskan “Dialog ini diadakan dengan maksud menjembatani dan merumuskan kembali pola pergerakan di tingkat kemahasiswaan khususnya di UNM yang sudah tidak solutif untuk konteks sekarang.”

Baihaqi Zakaria, Ketua Umum LKIMB UNM 2012 - 2013
“Selama ini gerakan kemahasiswaan identik dengan demonstrasi di jalananan, yang terkadang membuat kemacetan di beberapa jalanan di ruas kota dan lebih parahnya terkadang berujung ke anarkis yang justru menyebabkan antipati bagi mahasiswa sendiri.” Ujar Baihaqi 

Hal senada diutarakan presiden Mahasiswa UNM, HMI MPO, mereka bersepakat bahwa tantangan eksternal gerakan kemahasiswaan semakin besar sehingga perlu ada formulasi terhadap gerakan ke mahasiwaan untuk konteks kekiniaan.

Hal menarik diutarakan oleh Ketua Bidang Pengkajian Ilmu dan Pengembangan Wacana LKIMB UNM periode 2012-2013 Iksan Nugraha yang mewakili LKIMB sebagai pembicara, Iksan menawarkan gerakan literasi.

Dialog Kemahasiswaan LKIMB UNM
“Gerakan literasi bisa menjadi salah satu sarana untuk melakukan perlawanan dan media untuk memberikan kritik terhadap kebijakan birokrasi yang dianggap bermasalah.” Tegas Ikhsan.

Menanggapi gerakan literasi yang ditawarkan LKIMB UNM, mantan aktivis UNM di era 90-an yaitu A. Waliyul Hamdi sepakat jika menganggap gerakan literasi menjadi salah satu sarana tapi menurutnya masih banyak cara dan metode yang bisa ditempuh dalam mengawal kebijakan birokrasi kampus.

“Tentunya itu bergantung power yang dimiliki oleh lembaga kemahasiswaan sendiri dalam menaggapi problem yang dihadapinya.” Sergah Waliyul Hamdi.

Dialog ini disambut antusias oleh para fungsionaris lembaga yang hadir, dialog yang diadakan LKIMB UNM dihadiri oleh semua Unit Kegiatan Mahasiswa, BEM Fakultas dan beberapa organ gerakan yang berada di lingkup Makassar.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar