.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

16/02/13

Puisi: Perahu Untuk Istri


kuciptakan perahu untuk menampungmu
beserta sejumlah kepergian yang kaubawa
di dalam koper tua—yang malam sebelum kau berkemas
aku gegas memasukkan sejumlah celana dalamku
untuk ditimpuk, tumpuk pakaianmu,
barangkali jika rindu, kau akan mengenakannya
pun bila menemukan di balik gaun pernikahan kita
—di dasar koper berwarna memar itu

kuciptakan perahu, untukmu melayari bentang sepimu
debur ombak yang melebur rindu
akan memecah resahmu, istriku
; jadilah nahkoda bodoh, biarkan kemudi digenggam angin
angan diperam kendali layar

kuciptakan perahu untukmu
kubiarkan lambungnya bocor
tenggelamlah kelak
di sini, di asin pipimu
aku menunggu sebagai laut


Makassar, 2013
*puisi ini selesai setelah “perahu” itu kita selesaikan


Faisal Oddang, pria imut kelahiran Wajo, 18 September 1993 ini begitu mencintai kata-kata. Tercatat sebagai mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Unhas angkatan 2012.

Kontributor pada Kumpulan Puisi ‘Merentang Pelukan (KataBergerak, 2012)’. Puisi, cerpen dan esainya tersebar di berbagai ontologi dan media massa. Dapat ditemui di http://twitter/sajakimut
Share:

0 komentar:

Posting Komentar