.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

19/04/13

Persawahan Takalar Perlu Waduk Pamukulu, Pemerintah Pusat “Cuek”

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Seiring dengan  upaya percepatan pembangunan sarana dan prasarana, potensi sumberdaya alam unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Takalar, seperti tambak rumput laut, persawahan dan beberapa lainnya, tampak belum dikelola secara optimal.

Oleh karenanya, anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, Drs H Bahar Ngitung dalam rangkaian kegiatan resesnya kepada jajaran Kepala Kesatuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Takalar, Kamis (18/04/2013) meminta agar upaya penggalian potensi sumberdaya alam serta percepatan pembangunan tersebut menjadi prioritas.

Dalam pertemuan dan tatap muka yang sebelumnya sudah berjalan di BKPM Provinsi Sulawesi Selatan, Disperindag dan Penanaman Modal Kota Makassar, Bahar Ngitung yang akrab disapa Obama itu menawarkan diri untuk berperan aktif dalam mendorong peningkatan wilayah Kabupaten Takalar.

“Berikan saya tugas, apa yang harus saya bantu untuk mendorong peningkatan pembangunan Kabupaten Takalar,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Takalar, Ir. H. Nirwan N berharap, kedatangan anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan tersebut dapat memotivasi dan men-support pengembangan dan pembangunan Kabupaten Takalar. Terlebih, saat ini Takalar sedang mempersiapkan diri sebagai pusat agroindustri untuk tanaman pangan/pertanian.

Nirwan mengatakan, komoditas unggulan Kabupaten Takalar diantaranya, beras, jagung,rumput laut dan  gula. Khusus gula,Takalar memiliki pabrik gula, namun dari tahun ke tahun produksinya terus menurun. Padahal lahan perkebunan tebu yang dikuasai pabrik gula mencapai enam ribu hektar.

Nirwan juga menjelaskan, perlu menumbuhkan industri turunan dari pabrik gula dan kalau inidapat dilakukan dapat mencapai 146 jenis industri turunan dari pabrik gula tersebut. Di luar itu, masih ada produksi beras yang mencapai 160 ton/ tahun serta jagung dan rumput laut. Sementara itu untuk perikanan tangkap, masih memiliki keterbatasan sarana produksi.

Begitu pula areal persawahan yang belum seluruhnya menggunakan pengairan irigasi. Saat ini di Kabupaten Takalar masih terdapat empat ribu hektar sawah yang hanya mengandalkan hujan (sawah tadah hujan). Oleh karenanya menurut Nirwan, solusinya adalah membangun waduk Pamukulu.

Terkait dengan pengairan sawah tersebut, menurut Nirwan rencana anggaran pembangunan waduk Pamukulu tersebut sudah diusulkan ke pemerintah pusat semenjak sepuluh tahun yang lalu tapi hingga saat ini belum juga terealisasi.
“Oleh karena itu, semua upaya ini perlu kembali dioptimalkan,”kata  Nirwan. (HM)



Share:

0 komentar:

Posting Komentar