.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

21/05/13

Anggaran Pengelolaan Data Pemilih KPU Takalar Diduga Direkayasa


TAKALAR, TURUNGKA.COM - Proyek pengadaan pengelolaan pemutakhiran data di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Takalar tahun 2012 menuai sorotan. Proyek senilai Rp 300 juta ini diduga direkayasa.

Dalam pelaksanaannya, KPU Takalar diduga melakukan pemecahan anggaran. "Modus seperti itu untuk menghindari dilakukannya tender. Ada indikasi dugaan rekayasa pelelangannya," kata Direktur Lembaga Pemantau Korupsi, I.K. Purnama, Senin (20/5/2013).

Lanjut Purnama, anggaran pengelolaan data dipecah menjadi tiga bagian. Namun dalam pelaksanannya, hanya dikerjakan oleh satu perusahaan.

Purnama mengatakan nilai anggaran untuk pengadaan proyek itu sangat besar dibanding dengan pemutakhiran data di KPU Provinsi. "KPU provinsi saja hanya menggunakan anggaran sekitar Rp 50 juta," kata dia.

Dugaan rekayasa tender ini, kata Purnama, bakal dilaporkan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, pekan ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Nur Alim Rachim mengatakan, pihaknya siap mengusut indikasi penyimpangan anggaran pengelolaan pemutakhiran data pemilih. 

"Begitu laporannya masuk langsung kami usut," katanya. 

Sementara itu, terkait kasus ini Ketua KPUD Takalar Faisal Amir sampai saat ini belum memberikan tanggapan. Faisal yang coba dikonfirmasi via telepon seluler tak mengangkat telponnya.

sumber: http://tribuntimur.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar