.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

11/05/13

KOPEL Indonesia Tolak Caleg Cumi

MAKASSAR, TURUNGKA.COM - “Launching penolakan caleg ‘cumi’ ini merupakan langkah  untuk melahirkan caleg yang berkualitas. Selain itu diharapkan para caleg menjadi wakil rakyat yang memiliki kinerja yang baik di pesta demokrasi 2014 mendatang.” Demikian penjelasan Syamsuddin Alimsyah Direktur Kopel Indonesia.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Syamsuddin pada saat Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia bersama dengan puluhan mahasiswa dari berbagai elemen adakan launching penolakan Calon Legislatif (Caleg) "cumi " pada pemilu 2014 mendatang  di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel jalan AP Pettarani, Sabtu (11/05/2013).


“Launching ini adalah upaya untuk mencari sosok caleg yang baik dan bersih dalam menyambut pemilihan umum 2014 yang akan datang,” lanjut Syamsuddin


Pernyataan Syamsuddin dipertegas oleh Rusdianto, Kordinator Aksi, “Penolakan terhadap caleg ‘cumi’ ini diperuntukkan bagi mereka yang hanya tahu duduk, diam dan tidak memberikan kontribusi apa-apa sebagai wakil rakyat.”


Dalam pernyataan sikapnya, Kopel merinci ciri-ciri caleg ‘cumi’ dimaksud, yaitu mereka yang terjerat kasus, baik korupsi, pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, pelanggaran etika, dan berbagai masalah lainnya yang menambah citra buruk DPRD sebagai lembaga yang terhomat.


Dalam kesempatan tersebut, juga nampak hadir dalam Ishak Ngeljaratan, dan Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas. Bahkan Jayadi ikut menyampaikan orasi untuk mendukung apa yang diserukan oleh Kopel Indonesia.


Share:

0 komentar:

Posting Komentar