.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

21/05/13

Takalar Terapkan Teknologi Ulir Filter


TAKALAR, TURUNGKA.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar mencanangkan tahun 2013 ini menjadi tahun peningkatan kualitas dan produksi garam Takalar. Hal ini seiring  program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) oleh Kementerian Perikanan 2013.

Upaya peningkatan kualitas dan produksi garam ini akan dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna, yakni dengan memaksimalkan penggunakan sistem Teknologi Ulir Filter (TUF) serta pembangunan gudang dan pabrik pengolahan garam industri. Untuk menyukseskan program ini, disiapkan anggaran  Rp2,1 miliar   yang berasal dari APBN.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Takalar, Achmad Rivai, mengatakan dengan teknologi yang digunakan, produksi garam yang dihasilkan dapat lebih banyak, serta kualitas garam menjadi lebih meningkat. Target peningkatan kualitas garam ini pula yang membuat anggaran Pugar untuk wilayah Kabupaten Takalar tahun 2013, meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp1,1 miliar lebih.

"Tahun lalu, kami telah menerapkan teknologi TUF ini dan hasilnya cukup signifikan. Kadar garam meningkat dari 88 persen menjadi 97 persen atau sudah mencapai standar industri. Atas dasar itulah tahun ini kami optimis mencanangkan tahun peningkatan kualitas garam, apalagi anggaran yang dikucurkan pemerintah cukup besar, " terang Rivai, kepada FAJAR di ruang kerjanya, Senin, 20 Mei.

TUF ini sendiri, kata Rivai diadopsi dari petani garam di wilayah Cirebon, Jawa Barat, selajutnya diaplikasikan oleh petani garam Takalar. Hasilnya, petani mampu menghasilkan 80 ton garam dalam satu hektare lahan untuk satu kali panen.

"Target kami tahun ini 90 hingga 100 ton garam dapat dihasilkan petani dalam satu hektare lahan. Dimana peningkatan produksi ini akan dibarengi pula dengan peningkatan kualitas garam," ujarnya.

Tak hanya akan memaksimalkan TUF, pembangunan gudang serta pabrik pengolahan garam industri pun segera diwujudkan. "Untuk mengatasi over stok garam di wilayah ini,  harus ada gudang serta pabrik pengolahan garam industri. Kami yakin kabupaten ini menjadi salah satu sentra garam berkualitas di Sulsel," target Rivai.

Dipaparkan Rivai, untuk luas potensi lahan produksi garam di Kabupaten Takalar, seluas 388,6 hektare, sedangkan luas lahan garam Pugar tahun 2012 seluas 124 hektare, dimana meliputi dua Kecamatan yakni Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu. Jumlah produksi garam tahun 2012 mencapai 7.645 ton. Target DKP, produksi garam Takalar akan meningkat sebesar 18 ribu ton pada tahun 2013 ini.

"Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu meningkatkan produksi hingga dua kali lipat, maupun kualitas garam yang semakin baik. Dengan begitu pangsa pasar akan terbuka," tuturnya.

Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin berharap, selain peningkatan kualitas dan produksi garam, di program ini juga dapat diiringi dengan penguatan dan peningkatan pembinaan kelompok petani garam. Sehingga nantinya, kelompok ini lebih bisa memahami apa yang dilakukannya berdaya baik bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat kabupaten Takalar, dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Terpisah, salah seorang petani garam di Kecamatan Mangarabombang, Daeng Gassing menyambut baik program yang dicanangkan Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Takalar. Menurutnya, sudah waktunya jika pemerintah fokus untuk meningkakan kualitas dan bukan hanya mengejar target produksi garam. (sri/yan)

sumber: http://fajar.co.id
Share:

0 komentar:

Posting Komentar