.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/08/13

Kepala Desa Kalenna Bontongape Digugat Warga

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Sahabuddin Daeng Tompo, Kepala Desa Kalenna Bontongape yang baru menjabat selama 10 bulan, harus menghapi tuntutan dari warga terkait kebijakannya melakukan reklamasi terhadap ‘jerak labbua’, pekuburan adat yang dikeramatkan warga.

Warga menuduh bahwa proses reklamasi yang dilakukan Sahabuddin malah merusak lahan pekuburan, hutan desa dan tanaman warga. Perusakan ini telah dilaporkan warga ke Polres Takalar.

H. Syamsuddin Daeng Gajang, yang mengaku sebagai pemilik sah lahan tersebut menjadi pelapor, menjelaskan, “Kasus ini akan menyeret beberapa warga, yaitu YS, SH, GL, RW, dan DR sebagai eksekutor.”

Lahan yang diklaim oleh Daeng Gajang sebagai miliknya dan sudah dia tanami jagung, termasuk dalam bagian lahan yang akan direklamasi oleh Sahabuddin, sehingga tanaman jagungnya dibabat habis.


Menurut salah seorang warga, Rahmatia, “Kepala Desa harusnya menjadi contoh bagi warganya untuk melestarikan lingkungan, apalagi yang dirusak adalah jerak labbua yang merupakan ikon desa ini.”

“Jerak Labbua ini merupakan pusat kegiatan akkaddo bulo, atau tradisi membuat lammang yang merupakan tradisi tahunan warga desa.” Lanjut Rahmatia.

Namun nada berbeda diungkapkan seorang warga yang lain, Anshar, “Saya sepakat bila lahan ini direklamasi, hutan adat itu memang milik warga dan harus di manfaatkan dengan sebaik mungkin.”

Masih menurut Anshar, “Lagian juga, bila dibiarkan terus begitu, jerak labbua hanya dijadikan warga sebagai tempat melakukan kegiatan-kegiatan yang menjurus ke kemusyrikan.”
Share:

0 komentar:

Posting Komentar