.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

11/08/13

Warga Takalar Terus Pertahankan Kerajinan Keramik Khas

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Setiap daerah tentu memiliki kerajinan kreatif seperti di kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, juga masih mempertahankan eksistensi kerajinan kreatif keramik buatan masyarakat setempat. Keramik yang tebuat dari tanah liat ini juga telah merambah pasar beberapa daerah di sulawesi.

Namun sayangnya keramik buatan masyarakat setempat masih kurang perhatian dari pemerintah setempat dalam memberikan sumbangsih pemasaran baik lokal maupun mancanegara.

Dalam pembuatan keramik memiliki ciri khas tersendiri, sehingga membedakannya dengan keramik buatan dari daerah lain. Proses pembuatan keramik juga masih terbilang sangat sederhana.

Proses pengerasan tanah liat yang telah terbentuk menjadi sebuah keramik juga masih menggunakan cara pembakaran yang sangat sederhana dengan hanya menggunakan jerami yang disusun mengelilingi bahan tanah liat yang telah dibentuk menjadi sebuah keramik.

Proses pengerasan dengan cara pembakaran masyarakat setempat juga terbilang rumit, pasalnya susah untuk mengetahui kapan proses pembakaran itu akan dihentikan dan keramik pun siap untuk diberi cat hiasan yang membuatnya nampak menarik.

Setelah proses pembakaran usai dilakukan, keramik yang telah mengeras kemudian di beri cat dasar untuk kemudian siap buat diberi polesan cat bermotif khas keramik masyarakat setempat.

Proses pembuatan keramik khas kabupaten Takalar ini memakan waktu hingga tiga hari lamanya untuk kemudian siap dipasarkan ke beberapa daerah di antaranya Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dengan harga pasaran berkisar Rp150 ribu.

"Keramik yang menjadi ciri khas kabupatn Takalar, memang terlihat indah walau pasarannya hanya sebatas pulau Sulawesi saja," ujar salah seorang pembuat keramik, Daeng Timung saat ditemui belum lama ini.

Para perajin keramik tentunya sangat mengharapkan perhatian dari pihak pemerintah setempat maupun pusat dalam memberikan sumbangsih pemasaran keramik buatan masyarakat, hingga kelestariannya dapat terus bertahan. (gpr)


Share:

0 komentar:

Posting Komentar