.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

22/10/13

Harga Garam Murah, Petani Takalar Mengeluh

MAPPAKASUNGGU, TURUNGKA.COM – Rendahnya harga garam di Kabupaten Takalar, dikeluhkan petani garam Takalar yang tergabung dalam Kelompok Petani Garam Campaga Kota.

“Harga garam hanya 27 ribu rupiah perkarung,” keluh Daeng Sore, salah seorang petani garam anggota Kelompok Petani Garam Campaga Kota di Pokko Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar (22/10/2013).

Menurut Daeng Sore, ini tidak sebanding dengan ongkos produksi yang harus dikeluarkan petani, “Untuk mendapatkan 4 karung garam saja, kami harus menunggu selama 4 sampai 6 hari, itupun kalau tidak hujan.”

Murahnya harga garam ditenggarai karena produksi garam mengalami peningkatan, sementara pangsa pasarnya masih sekitar Takalar saja. “Pembelinya hanya sekitar sini, dan mereka hanya mampu membayar 27 ribu rupiah perkarung untuk yang bersih sedangkan yang sedikit hitam dihargai lebih murah.”

Menghadapi kenyataan ini, Daeng Sore mewakili teman-temannya berharap Pemerintah Kabupaten Takalar dapat memfasilitasi proses pemasaran produksi garam petani tersebut ke luar daerah, mengingat murahnya pasaran garam di Takalar.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah agar dapat memfasilitasi penjualan produksi garam kami ke luar, sehingga harga garam meningkat sesuai yang diharapkan dan kami bisa lebih sejahtera,” harap Daeng Sore.

Petani garam di Pokko Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar berjumlah 10 kelompok dan menggarap lahan seluas tujuh Ha. Rata-rata anggota kelompok memiliki 4 petak lahan. Satu petak lahan bisa menghasilkan 4 karung garam dan isi setiap karung berkisar 70 liter.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar