.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/10/13

Opini: Renungan Bagi Pemuda(i) Takalar

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Tidak bisa dipungkiri bahwa bumi Takalar di masa perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, pernah menjadi basis para pejuang kemerdekaan di bawah panji – panji LAPRIS (Laskar Perlawanan Rakyat Indonesia Sulawesi) di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo dan beberapa pemuda Takalar ketika itu. Ini adalah bukti bahwa sebenarnya Takalar merupakan aset yang tidak ternilai harganya di pangkuan ibu pertiwi.

Tidak banyak kabupaten di Indonesia yang mempunyai pahlawan nasional sebanyak dua orang sekaligus. Takalar patut berbangga karena mempunyai dua pahlawan nasional yaitu Ranggong Daeng Romo dan Padjonga Daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng.

Di Sulawesi Selatan ini, kelihatannya hanya Kabupaten Gowa yang juga mempunyai dua pahlawan nasional nasional yaitu I Mallombassi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin Raja Gowa ke XVI dan Syekh Yusuf Al – Makassari Tuanta Salamaka.

Meminjam teori kemungkinan (probability), dengan menghitung besarnya jasa – jasa yang telah diberikan kepada republik,  seharusnya Takalar saat ini, sejatinya telah menjadi salah satu kabupaten terkemuka di Indonesia. Setidaknya sama terkemukanya dalam hal koleksi pahlawan nasional.

Namun kenyataan berkata lain, kabupaten ini masih terseok di belakang, dan bahkan jauh dari pencerminan masa lalunya. Kemiskinan dan pengangguran masih menjadi momok yang selalu menghantui masyarakatnya, bahkan boleh dibilang telah menjadi karib yang selalu melekat dalam keseharian kehidupan masyarakatnya.

Padahal jika dilihat potensi yang dimiliki daerah ini, sebenarnya tidaklah kalah dengan daerah – daerah lain. Bahkan cenderung lebih lengkap karena Takalar mempunyai wilayah laut, kepulauan, pantai, pertambakan, lahan persawahan, perkebunan, hutan, pertambangan, sumber daya manusia, dan yang tidak kalah pentingnya adalah akses ke pusat perdagangan di Indonesia Timur yaitu Kota Makassar begitu dekat.

Bahkan dari arah Galesong, Takalar langsung berbatasan dengan Kota Makassar. Kesemua potensi yang dimiliki tersebut, jika dikelola dengan baik, maka tentu akan menjadi sumber pendapatan ekonomi yang produktif bagi rakyat Takalar. Yang dengan sendirinya dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat, sebagaimana yang diperjuangkan oleh para pahlawan nasional tersebut.

Namun itu semua masih bersifat perumpamaan (misalnya: apabila, punna, barang dasi na dasi),   karena sampai saat ini, kabupaten ini masih belum menorehkan kembali prestasi yang mencengangkan lahir dari Takalar untuk kemajuan bangsa, sebagaimana telah dicapai oleh para pahlawan nasional tersebut. 

Oleh karena itu, melalui refleksi Hari Sumpah Pemuda ini, marilah para pemuda Takalar di manapun anda berada, buanglah rasa gengsi dan malas yang selalu menjadi penghalang besar untuk kalian menjadi maju. Saat ini kita punya musuh bersama yaitu ’kemiskinan dan pengangguran’. Kemiskinan dan pengangguran hanya bisa dilawan dengan sebuah tekad kerja keras dengan penuh kesungguhan (Tinuluppaki akkareso nakigappa minasanta).

Malu kita kepada para pejuang kemerdekaan itu, jika hanya melawan kemiskinan dan pengangguran saja kita tidak berdaya. Dan malu pula kita kepada generasi yang akan datang, sebab mereka akan mengatakan kepada kita semua bahwa melawan kemiskinan dan pengangguran saja tidak mampu, apalagi melawan penjajah yang harus mengorbankan jiwa dan raga.

Padahal, di dalam darah dan jiwa kita semua ini mengalir darah pahlawan, yang rela mengorbankan apapun yang dimiliki demi tercapainya suatu cita – cita mulia, demi tercapainya suatu kemerdekaan dan kebebasan dari kemiskinan dan keterbelakangan. 

Oleh karena itu, jika tidak ingin malu kepada generasi pendahulu dan generasi yang akan datang, maka saatnyalah untuk membuktikan kepada mereka bahwa kita bisa melawan kemiskinan dan pengangguran itu, demi memerdekakan rakyat Takalar secara hakiki.

Jika ini dapat diwujudkan, maka tidak akan lama lagi, akan muncul pahlawan – pahlawan pengentasan kemiskinan dan pengangguran dari bumi Takalar. Bukti bahwa Takalar memang tempatnya para pahlawan dilahirkan. Why not


Syamsu Salewangang Daeng Gajang, ST.
Pekerja Sosial, aktif di Plan International Indonesia
Share:

0 komentar:

Posting Komentar