.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

06/10/13

Tokoh: Syamsu Salewangang, Terlahir Untuk Mengabdi

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Lahir di Biring Balang, sebuah kampung di bilangan Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, 44 tahun silam, tepatnya 16 Juli 1969. Syamsu Salewangang Daeng Gajang, demikian nama yang disematkan oleh kedua orang tuanya, Salewangang Daeng Papi’ dan Nanna’ Daeng Ngati.

Masa kecil lelaki Makassar ini dihabiskan di Biring Balang, Takalar. Jenjang pendidikan yang ditempuhnya dari SD sampai SMA, semua dijalaninya di Takalar, mulai dari SDN Biring Balang (tamat tahun 1981), SMP Negeri II Takalar (tamat tahun 1984) dan SMA PGRI Takalar (tamat tahun 1987).

Daeng Gajang –demikian Syamsu salewangang biasa disapa, baru meninggalkan kampung halaman ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Makassar yaitu di jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia – Makassar. Jenjang pendidikan yang menganugrahinya gelar Sarjana Teknik Kimia pada tahun 1996.

Begitu menyelesaikan pendidikan, suami dari Irna Rahmawati, ST ini memutuskan merantau ke Jakarta. Dengan impian besar dan harapan mulia, menjadi orang sukses di ibu kota Negara. Kehidupan di Jakarta dijalaninya dengan susah payah pada awalnya, “Saya berkali-kali pindah tempat kerja dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya, Dek.” Ceritanya dengan penuh haru.

Akhirnya, pada medio 1997, Daeng Gajang memutuskan bergabung ke PT Lippo Land Development, Tbk sebagai staf marketing. Putusannya bergabung pada perusahaan yang membangun dua kota mandiri di sekitar Jakarta yaitu Kota Mandiri Lippo Cikarang di Bekasi dan Kota Mandiri Lippo Karawaci di Tangerang adalah keputusan yang tepat. Nasib baik mulai berpihak padanya, impian untuk bisa hidup mandiri di Jakarta dengan penghasilan yang lumayan, perlahan digapai.

Namun rupanya nasib baik hanya menghampirinya sebentar, krisis multidimensi menghantam Indonesia pada awal 1998, “Pada awal tahun, saya terpaksa hengkang dari Lippo memutuskan untuk pulang kampung, kembali ke Makassar.” Tapi kejadian ini tidak membuat Daeng Gajang berputus asa dan kehilangan harapan.

Dan ternyata, nasib baik dan keberuntungan tak benar-benar meninggalkannya, berbekal pengalaman malang melintang selama merantau ke Jakarta, walaupun terbilang singkat yaitu 1996 – 1998 menjadi bekal hidup yang luar biasa, “Kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada saya untuk merantau ke Jakarta sungguh sangat berarti,” ujar Daeng Gajang mantap. 

“Pada Maret 1998, saya diterima bekerja di sebuah LSM Internasional yang bernama Plan International Indonesia dan ditugaskan di Selayar. Lembaga yang akhirnya menjadi tempat saya meniti karir sampai 15 tahun lamanya (1998 – 2013),” ceritanya. Di Plan nternasional, Daeng Gajang meniti berbagai jenjang karir dan penugasan.

Selama 15 tahun karirnya di Plan Internasional, Daeng Gajang menghabiskan waktunya untuk mengabdikan dirinya demi pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Bila di Makassar, Daeng Gajang menghabiskan waktunya dengan keluarga di rumahnya yang terletak di Jalan Sultan Alauddin II, The Sultan Residence D 19 – Makassar, atau di Jalan Poros Kacci – Kacci, Kelurahan Kala’birang Kecamatan Pattallassang – Takalar.

Dari hasil pernikahannya dengan Irna Rahmawati, ST, pemilik hobi membaca, organisasi, traveling ini telah dikaruniai tiga orang anak, Annisa Nur Fakhirah Daeng Manurung (11 tahun), Muhammad Irsyam Al Kautsar Daeng Papi’ (10 tahun), dan Maliha Nur Fadilah Daeng Nisanga (6 tahun).

“Sepertinya sudah waktunya saya untuk kembali dan mengabdi untuk tanah kelahiran sendiri Dek, saya bertahun-tahun mengabdi untuk membantu pembangunan di daerah lain, kini saatnya berbuat untuk butta passolongang cera’ku. Saya mengajak teman-teman pemuda untuk melakukan hal yang sama demi kebaikan butta panrannuanta, Takalar.” Ujar Daeng Gajang dengan penuh optimisme.

Dengan seabreg pengalaman berorganisasi seperti Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri – UMI Makassar (1992 – 1994), Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pelajar Mahasiswa Gowa [DPP Hipma Gowa] (1994 – 1996), serta berbagai pengalaman workshop dan pelatihan baik nasional maupun Internasional, merupakan modal besar bagi seorang Syamsu Salewangang untuk berbuat lebih bagi daerahnya. Semoga. (kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar