.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

22/11/13

Diskusi Ekonomi Kerakyatan Digelar AIFIS

JAKARTA, TURUNGKA.COM – Ekonomi kerakyatan adalah konsep ekonomi yang ingin mensejahterakan rakyat, dan ini tidak jauh berbeda dengan pandangan Islam. Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Amin Suma, SH, MA, MM dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Diskusi tersebut mengambil tema “Ekonomi Kerakyatan dalam Perspektif Agama yang diadakan oleh Suluh Nusantara bekerjasama dengan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) berlangsung di Kampus Universitas Siswa Bangsa Internasional (22/11/2013).

Pada kesempatan tersebut, Amin juga mengatakan bahwa bahkan dalam Islam sendiri dijelaskan secara utuh bagaimana pengaturan ekonomi meliputi segala komponen masyarakat. Seperti dalam harta orang-orang kaya sebagian ada hak yang perlu didistribusikan kepada orang-orang lemah.

Begitupula ada delapan katagori masyarakat yang perlu dibantu (asnaf) seperti fakir, miskin, hamba sahaya/budak (riqab), orang yang terbelit hutang (gharim), orang yang baru masuk islam (mualaf), orang yang berjuang dijalan Allah/aktifis (fisabilillah), musyafir (ibnu sabil), amil (panitia penerima dan pengelola dana zakat).

Diluar itu juga ada dalam beberapa teks yang menganjurkan untuk membantu anak-anak yatim yang kehilangan orang tuanya yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi mereka.

Dengan adanya keadilan ekonomi bagi semua komponen masyarakat menurut Islam menunjukan adanya kesamaan antara prinsip-prinsip keagamaan dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan yang menitikberatkan kepada pembelaan terhadap kelompok-kelompok yang lemah secara materi.

Diskusi ini sendiri diadakan bertujuan untuk mengelaborasi lebih jauh pandangan-pandangan keagamaan terhadap ekonomi kerakyatan. Sehingga bisa memperkaya dan menyegarkan kembali wacana pemikiran ekonomi kerakyatan yang bisa menjadi solusi alternatif terhadap permasalahan kesenjangan ekonomi di Indonesia. (jsn/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar