.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

04/11/13

Editorial: Saya Muslim, Saya Cerdas, Saya Maju

http://abangdani.wordpress.com
TAKALAR, TURUNGKA.COM - Peringatan tahun baru Islam, 01 Muharram 1435 H yang bertepatan dengan 05 Nopember 2013 M adalah momentum untuk kembali menggelorakan spirit hijrah dalam diri setiap mereka yang mengaku beriman kepada Allah.

1435 tahun yang lalu, demi menyelamatkan iman, rasulullah mengambil kebijakan yang spektakuler dan revolusioner, yaitu hijrah. Rasulullah dan pengikut setianya, rela melepaskan segala ikatan masa lalunya demi menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Hijrah secara sederhana berarti berpindah, meninggalkan sesuatu (yang buruk) dan menuju sesuatu (yang baik) sekaligus. Rasulullah dan sahabatnya mencontohkan dengan berpindah dari Makkah ke Yatsrib.

Saya Muslim
Menjadi muslim berarti mengakui keesaan Allah sebagai rab dan ilah sekaligus, serta menerima segala konsekuensi dari keyakinan itu. Hal ini ditandai dengan ikrar syahadat yang diucapkan. 

Seseorang tak bisa mengaku beriman tanpa melakukan hijrah, sebab syahadat sebagai tonggak utama keberimanan seseorang, mempersyaratkan hijrah sebagai konsekuensinya. Hijrah menjadi pembeda antara yang beriman dengan yang tidak.

Menjadi muslim yang baik, tak mungkin bisa terwujud tanpa adanya komitmen berhijrah yang menyertai. Komitmen untuk bergerak, bergeser dan berpindah dari dzulman (kegelapan), menuju kepada nur (cahaya).

Maka hijrah menjadi tolok ukur, indikator, dan penanda, apakah seseorang benar-benar menghayati dan mengamalkan keberimanannya atau tidak. Hijrah menjadi pembeda bagi seseorang yang beriman dengan yang kufur.

Saya Cerdas
Seorang muslim, haruslah seorang yang cerdas. Mengapa demikian? Sebab memilih Islam, bukanlah pilihan tanpa alasan. Memilih menjadi Islam berarti memutuskan untuk meninggalkan segala ikatan selain Islam.

Menjadi Islam berarti memilih menjadi umat yang cerdas. Menjadi umat yang cerdas bermakna melepaskan diri dari segala ikatan masa lalu yang membodohi. Maka menjadi Islam adalah pilihan cerdas.

Tak ada agama bagi yang bodoh, tak ada Islam bagi mereka yang jahil. Islam hanya untuk mereka yang siap berhijrah dari kondisi jahil yang melenakan dan memanjakan, menuju kecerdasan yang mencerahkan dan menuntun ke jalan yang lurus.

Saya Maju
Hijrah adalah momentum perubahan. Sebagaimana sunnatullah, tak ada yang abadi, selain perubahan itu sendiri. Menjadi muslim yang berhijrah berarti menjadi muslim yang siap berubah.

Perubahan seorang muslim selalu berarti berusaha menjadi lebih baik. Perubahan yang dilakukannya adalah perubahan untuk kemajuan. Seorang muslim yang berhijrah, bergerak meninggalkan keterbelakangan menuju masa depan yang cerah.

Syarat mutlak kemajuan adalah kecerdasan, tak ada perubahan menuju kebaikan, bila manusia tidak memiliki kecerdasan dan kesadaran tinggi. Iman hadir untuk memandu kecerdasan menggerakkan perubahan.

Iman, kecerdasan dan kemajuan bekerja dalam spirit yang sama: hijrah. Maka melalui peringatan 01 Muharram 1435 H ini, mari kita berhijrah dari kekufuran menuju iman, berhijrah dari kejahilan menuju kecerdasan, dan berhijrah dari dzulman (kegelapan) menuju peradaban yang maju berlimpah nur (cahaya) kebenaran.



~Muhammad Kasman~
Share:

0 komentar:

Posting Komentar