.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

11/11/13

Mahfud MD Merasa ‘Tersandera’ Dengan Gelar Karaeng Tojeng

GALESONG, TAKALAR.COM – “Saya merasa tersandera ketika mengetahui makna nama Karaeng Tojeng yang berarti orang yang jujur, berani dan tegas. Gelar tersebut membuat saya dituntut untuk menjadi seperti itu.” Ujar Prof. Mahfud MD dengan tegas dihadapan ratusan aktivis dan alumni HMI Takalar serta masyarakat Galesong Takalar.

Mahfud berkunjung ke Takalar dalam rangka memberikan Orasi Kebangsaan pada Pelantikan Majelis Pimpinan Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Takalar Masa Bakti 2013 - 2017, sekaligus bersilaturahmi dengan pemangku adat dan masyarakat Galesong.

“Saya merasa gembira bisa kembali datang ke Galesong, setelah 1 Maret 2012 saya ke sini untuk meresmikan Galesong menjadi Desa Pancasila dan Konstitusi, dan saya mendapatkan gelar Karaeng Tojeng.” Sambung Mahfud.

Menurut Mahfud, pada awalnya dia menganggap bahwa pemberian gelar Karaeng Tojeng hanyalah sebatas seremoni, tapi begitu menyadari maknanya, Mahfud merasa berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan gelar tersebut sebagai amanah.

“Saya sampaikan kepada saudara-saudaraku di Galesong, jangan khawatir, saya masih menjaga kehormatan yang saudara-saudara amanahkan. Saya juga ingin melaporkan bahwa saya sudah berusaha untuk menjadi jujur, berani dan tegas, sebagaimana makna Karaeng Tojeng.” Jelas Mahfud.

Mengenai kasus yang menimpa mantan Ketua MK, Akil Mochtar yang dikabarkan akan menyeret dirinya, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat, “Saya tegaskan bahwa saya tidak kena, dan tidak akan kena.”

“Saya menyerang keras Akil Mochtar agar kalau dia punya bukti, silahkan bongkar saja, saya siap menghadapi karena saya yakin tidak terlibat.” Tegas Mahfud yang menganggap bahwa ini merupakan pembuktian sikap jujur, berani dan tegas, sebagaimana makna Karaeng Tojeng.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar