.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

17/11/13

PB HMI: Marwah Mahkamah Konstitusi Harus Ditegakkan

JAKARTA, TURUNGKA.COM - Menanggapi kondisi kredibilitas dan independensi Mahkamah Konstitusi (MK) yang semakin jauh dari kepercayaan masyarakat, Ketua PB HMI (MPO), Puji Hartoyo menilai hal tersebut akibat skandal kasus suap yang menimpa eks Ketua MK, Akil Muchtar ditambah lagi kasus sengketa hasil pilkada Maluku yang berakhir ricuh.

“Marwah MK runtuh setelah terbongkarnya kasus suap Ketua MK Akil Muktar. Puncak ketidakpercayaan masyarakat terlihat dalam Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah Provinsi Maluku 2013 berlangsung ricuh,” tulis Oji sapaan Puji Hartoyo dalam rilisnya kepada Buletinsia Sabtu (16/11/2013).

Menurutnya lagi, kondisi ketidakpercayaan publik terhadap kinerja hakim-hakim Mahkamah Konstitusi menjadi perhatian kita untuk mengawal penyelamatan MK sebagai lembaga peradilan yang kembali dipercaya dan dihormati lagi oleh masyarakat apalagi menjelang pemilu 2014.

“Terlebih menjelang hajatan pemilu 2014 yang akan berlangsung tahun depan. Apabila kondisi MK yang masih dipertanyakan kredibilitas maka potensi kericuhan bisa menjadi lebih besar yang dapat berdampak pada konflik horizontal atas ketidakpuasan putusan-putusan MK atas sengketa pilkada maupun pemilu 2014 mendatang,” lanjut Oji.

Olehnya, dalam menyikapi  terjadinya kericuhan dalam sidang Mahkamah  Konstitusi dalam sengketa pilkada Maluku, Pengurus Besar HMI (MPO) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1.    Menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengawal dan menjaga marwah Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga peradilan yang kredibel dan terpercaya.
2.    Mendesak MK untuk segera berbenah dengan  lebih transparan dalam proses sengkata peradilan.
3.    Mendesak aparat kepolisian untuk lebih sigap  dengan tindakan preventif dalam mengawal proses persidangan dilembaga peradilan baik di MK maupun lembaga peradilan lainnya sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi. (abr/kdm)

Sumber: Buletinsia.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar