.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

23/11/13

Puisi: Riwayat Hujan

Dulu, hujan terbit layaknya siang dan malam
selalu ada tempat yang membuatnya genap

Namun, saban hari kelak, dia ditanya oleh Tuhan
apakah kamu tahu, siapa yang membunuh habil?
waktu itu hujan tak berani menjawab apalagi berucap

Tuhan merah, lalu marah
tak ada alasan yang benar untuknya
benar hanya dia yang punya

Kemudian terusirlah hujan
layaknya setan
keluarlah ia di surga

Jika setan khianat akan merayu manusia
maka hujan berontah membawa kenangan
itulah sebabnya hujan penuh keganjilan
membawa kasih sayang ketika ia datang

mengikut halaman jika ia pulang.

Rustam Bostan, Bendahara Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar 2013 - 2015
Share:

0 komentar:

Posting Komentar