.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

02/12/13

Pencuri Bermodus Penjual Handphone di Galesong Selatan

GALESONG SELATAN, TURUNGKA.COM - Dua orang pencuri bermodus penjual handphone berhasil mengelabui Samsia Daeng Mene, seorang janda tua yang berdomisili di Dusun Terang-terang Desa Popo kec. Galesong Selatan Kab. Takalar.

Pencuri tersebut berhasil membawa lari kalung emas senilai 4 gram lebih yang melingkar di leher Daeng Mene sekira setengah sembilan pagi di depan rumahnya, senin (02/12/2013).

Dari penjelasan korban, awalnya kedua pencuri tersebut pura-pura ingin menjual handphone kepada tetangga Daeng Mene, tapi si tetangga tak ada di rumah. Daeng Menemenjelaskan, lalu si pecuri pura-pura menghitung uang di dompetnya. “Sara-sarai na rekeng doe'na ku kunana tenai Dg. Muntu.”

Lanjut Daeng Mene, setelah menghitung uangnya, pencuri iru kemudian pamit pulang. Sementara itu Daeng Mene memungut kayu yang berada di samping pagar rumahnya, kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh pencuri yang langsung menarik kalung Korban.
                                                                                          
“Lebba'na nakana na lampama padeng, ku kayaomi kayu ri kallikku. Napasingta'mi ranteku”, Cerita Daeng Mene.

Setelah kalung korban tercabut dari lehernya pencuri tersebut buru-buru melarikan diri, korban sempat berteriak. “Teriak-teriakja kodong, ingka tena tau,” cerita Daeng Mene dengan raut sedih di wajahnya.

Dari penjelasan korban kedua pencuri itu menggunakan motor bebek, satu orang menggunakan jaket hitam, celana hitam serta memakai Helm bungkus. Sedangkan yang mencuri kalung memakai baju kaos putih dan celana pendek hitam, berbadan gemuk, pendek serta memiliki banyak luka kecil pada kakinya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Desa Popo, Bostan Tata menegaskan kepada seluruh penduduk Desa Popo supaya lebih waspada saat menggunakan emas, “Hati-hati aseng laloki karaeng punna ammakeki pariasang.”

Kejadian ini telahdilaporkan oleh Kepada Desa kepada pihak yang berwajib, “Sudahmi kulapor lewat telepon ke Binmas/Kantor Polisi,” Jelas Bostan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar