.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

30/03/14

Petani Polongbangkeng Masih Cemas

POLONGBANGKENG UTARA, TURUNGKA.COM - Wajah penuh semangat nampak dari peserta panen raya Serikat Tani Polongbangkeng (STP) di dusun Karamasa, desa Barugayya, kecamatan Polongbangkeng Utara, Kababupaten Takalar, ahad (30/03/2014).

Kegembiraan itu tak lepas dari keberhasilan mereka melakukan reklaiming atas tanah mereka yang selama ini dikuasai oleh pihak PTPN.

Salah seorang anggota STP yang telah berhasil memperoleh hak kelola atas tanahnya, mengungkapkan, “Saya merasa sangat senang setelah tanah saya kembali dan dapat kembali kami kelola setelah 30 tahun dikelola PTPN.”

“Saya memperoleh dua hektar dan sebagian telah saya wariskan kepada anak-anak saya, kini hidup kami tidak sesulit dulu lagi, dulu kami harus menjadi buruh di perusahaan itu, kamma-kamma anne massing-massing katte mami anjamai tanata.” Ungkap pria paruh baya itu.

Hal senada diungkapkan oleh seorang petani yang lain, “Punna tabbu nijama sessajaki nampa kurang wasselekna, pammarentayaji na PTPN baji tannang. Punna kamma anne, bajimi kukasia jai wasselekna punna ase dilamung.”

Namun petani Polongbangkeng belum bisa bernafas lega, mereka belum memegang sertifikat atas tanah mereka, Daeng Rani mengungkap, “Saya masih belum puas dengan perkembangan sengketa lahan sejauh ini. Meskipun petani telah mengelelola lahannya sendiri namun kita belum memiliki perjanjian hitam di atas putih dengan pihak perusahaan, apalagi sertifikat.”

“Kami juga kecewa dengan acara ini, karena tidak langsung mempertemukan petani dan perusahaan ataupun pemerintah Kabupaten Takalar, sehingga petani belum memiliki kejelasan yang pasti terkait sengketa lahan ini.”


“Sewaktu-waktu, pihak PTPN bisa saja kembali menyerobot lahan kami, bahkan banyak isu yang mengatakan bahwa bulan april, PTPN akan kembali mengelola lahan kami.” Pungkas Daeng Rani. (idm/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar