.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

14/04/14

Anies Baswedan Disebut-sebut Terlempar Dari Konvensi

JAKARTA, TURUNGKA.COM - Setelah melalui hampir delapan bulan proses Konvensi Partai Demokrat, capres konvensi termuda, Anies Baswedan disebut-sebut bakal terlempar dari proses pencalonan presiden partai berlambang Mercy tersebut.

Hal ini tentu mengejutkan mengingat dalam beragam survei elektabilitas Anies berada di atas capres konvensi lainnya. Dalam survey Charta Politika misalnya nama penggagas Gerakan Indonesia Mengajar tersebut mengungguli peserta konvensi lainnya dan hanya kalah dari Dahlan Iskan.

Tak hanya secara elektabilitas, nama Anies juga dipandang cukup baik oleh para pengamat, Hamdi Muluk, pakar psikologi politik Universitas Indonesia mengatakan Anies sebagai orang yang betul-betul bersih dan merupakan wajah baru dalam peta perpolitikan di Indonesia.

Isu Terlemparnya Anies Baswedan, yang muncul dari sumber di internal ini disinyalir karena ia dipandang sebagai orang luar Demokrat ataupun Cikeas.

Di awal konvensi Anies tdk diperkirakan bisa meraih dukungan besar. Namun berkat kerja kerasnya kini Anies berhasil menggalang relawan anak-anak muda yang menamakan diri Relawan TurunTangan.

Besarnya dukungan pada Mantan Ketua Komite Etik KPK tersebut menimbulkan perasaan di tubuh Demokrat bahwa ada "orang-luar" yang cukup kuat di Konvensi. Bahkan, Hamdi Muluk menilai Anies dapat menjadi capres alternatif bila Demokrat berkoalisi dengan partai-partai Islam.

Menanggapi isu tersebut Ahmad Mubarok, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, menampiknya secara keras. "Tidak ada isu terlemparnya Anies dari konvensi," ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Ia menambahkan, "Konvensi ini harus diteruskan sebagai pembelajaran demokrasi, contoh rekrutmen politik yang benar. Pemenangnya bisa dari internal maupun bukan internal, tidak ada pembedaan," tegasnya.

Mubarok juga menampik bahwa isu terlemparnya Anies dari konvensi karena Demokrat trauma dengan orang luar yang terlalu kuat dalam partai seperti kekuatan Anas Urbaningrum dulu. "Politik tidak mengenal kata trauma. Yang ada adalah pembelajaran, jadi itu tidak ada kaitannya," ungkapnya.

Mubarok bahkan mengatakan Demokrat masih menjajaki kemungkinan berkoalisi untuk memajukan capres alternatif. "Kalau semuanya mengalah dalam arti partai koalisi mau pada mengalah kita bersama-sama bisa ajukan calon alternative," jelasnya.

Namun ucapan Mubarok ini tidak senada dengan isu yang berhembus bahwa dalam rapat internal Demokrat ada arahan hanya akan mengajukan nama dari internal. Arahan tersebut juga berarti Anies akan terlempar dari konvensi.


"Semua masih mungkin terjadi," ujar Mubarok. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar