.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

24/04/14

Anies Baswedan Dorong Mahasiswa Lakukan Aktivisme Berbasis Riset

KLATEN, TURUNGKA.COM - Menjelang debat capres konvensi Demokrat terakhir di Jakarta, Minggu (27/04/2014), capres konvensi termuda Anies Baswedan mengisinya dengan melakukan kunjungan ke Klaten, Jawa Tengah.

Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar tersebut mengisi Seminar Nasional "Transformasi Peran Pemuda dalam Kepemimpinan Bangsa" yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Klaten (FKMK) di Pendopo Kantor Bupati Klaten, Kamis (24/04/2014). Dalam seminar tersebut Anies menekankan pentingnya aktivisme saat menjadi mahasiswa.

"Strategi saya dan teman-teman melawan rezim Soeharto dalam kebijakan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) adalah dengan melakukan penelitian, tidak semata teriak-teriak saja," tegas Anies.

Saat mahasiswa dulu Mantan Ketua Komite Etik KPK ini adalah Ketua Senat UGM yang melawan kebijakan orba saat ingin mendominasi tata niaga cengkeh yang dilakukan oleh keluarga mantan Presiden Soeharto.

Menurut Anies basis penelitian ini penting dalam melakukan aktivisme, sehingga ia mendorong agar para mahasiswa melakukan aktivisme yang berbasis riset. Mantan jubir Tim 8 KPK ini menambahkan, "Jangan membuat non-aktivis makin jauh, tapi mengajak mereka untuk makin dekat, menyatukan perbedaan".

Selain itu, Anies juga mendorong agar aktivisme yang dilakukan mahasiswa bersifat marathon. "Saat mahasiswa mengelola massa itu hebat. Tetapi kalau umur 40 tahun masih mengelola massa itu ada masalah berarti. Umur 40 tahun seharusnya sudah bisa mensejahterakan sejumlah massa yang bisa dikumpulkan saat mahasiswa," ujar Anies.

Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini juga memberi perspektif baru apa yang bisa dilakukan mahasiswa untuk anak-anak muda yang belum kuliah atau tidak bisa kuliah.

"Yang bisa dilakukan untuk yang tidak berkuliah adalah dengan meningkatkan skill mereka, dengan program-program tertentu. Dan hal ini butuh stamina. Biasanya kalau aktivis sifatnya hit and run, energinya sprint, padahal yang dibutuhkan adalah aktivisme yang sifatnya marathon," jelas Mantan Jubir Tim 8 KPK ini.

Setelah mengunjungi Klaten, Anies akan melakukan kunjungan ke kota asalnya, Yogyakarta. Di Kota Gudeg tersebut, Rektor Universitas Paramadina ini akan mengisi acara talkshow Mata Najwa bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X, Mahfud MD, Chairul Tanjung, dan Ridwan Kamil keesokan harinya. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar