.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

18/04/14

Ummat Islam Yogyakarta Menggugat Partai Islam

YOGYAKARTA, TURUNGKA.COM - Sejumlah tokoh dan aktivis Islam Yogyakarta, kamis (17/04/2014) menyelenggarakan dialog terbuka di UGM dengan tema “Ummat Menggugat : Suara Ummat Untuk Indonesia”.

Acara dialog tersebut didasari oleh keprihatinan tokoh dan aktivis Islam di Yogyakarta terhadap manuver-manuver politik yang dilakukan oleh elit-elit politik partai politik berbasis massa Islam akhir-akhir ini. Buya Syafii Maarif, Rohmat Wahab, Ust. Jazier, Ust. Sunardi Sahuri, perwakilan NU, Muhammadiyah, Majlis Mujahidin, PPP, PKS, dan ratusan aktivis Islam hadir dalam acara tersebut.

“Pada dasarnya kami prihatin dengan perilaku politik pimpinan partai politik berbasis massa Islam. Mereka telah mendapat suara lebih dari 30 persen dalam pemilu legislatif yang lalu, tetapi mereka seolah mengabaikan dukungan umat Islam.ungkap Zulkifli Halim, Ketua Presidium Solidaritas Umat Islam (SOMASI) Yogyakarta.

Masih menurut Zulkifli, “Mereka seolah mendapat cek kosong, lalu mereka mengisi jumlahnya sendiri dan menggunakannya untuk memenuhi keperluan mereka saja, seraya melupakan kepentingan umat yang lebih luas”.

Lebih lanjut Zulkifli mengungkapkan, elit dan pimpinan partai politik berbasis massa Islam yang telah mengantongi suara 30 persen tersebut tidak syukur nikmat. Mereka seolah terlibat dalam pergaulan politik bebas yang bisa berakibat mengaburkan batas syariah dan melemahkan Aqidah Islamiyah. Mereka seolah akan melangkah ke arah “ta’awanu alal itsmi wal udwan” yang justeru dilarang, seraya ragu bergerak ke arah “ta’awanu alal birri wattaqwa” yang justeru diperintahkan Allah SWT.

“Solidaritas Ummat Islam (SOMASI) Yogyakarta akan merapatkan barisan dan menyatukan langkah untuk mendesak partai politik berbasis massa Islam untuk mengusung capres – cawapres dari tokoh Islam, tokoh Islam yang berkomitmen kuat untuk merubah nasib ummat dan bangsa, berkomitmen mengubah nasib para santri dan kaum mustadhafin”, pungkas Zulkifli. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar