.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

31/10/14

Kepala SMP Sanur Takalar Disidang di Pengadilan Tipikor

MAKASSAR, TURUNGKA.COM – Dinilai melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jaksa Haryanti M. Noor menuntut 2 tahun penjara kepada Kepala SMP Sanur Takalar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Jumat, (31/10/2014).

Selain tuntutan 2 tahun penjara, Kepala SMP yang terletak di Kelurahan Sombala Bella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Andi Ika Sahrani Dewi, juga dituntut denda Rp 50 juta subsider 1 bulan tahanan.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Menurut hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulawesi Selatan, negara rugi Rp 116 juta," ujar Haryanti saat membacakan tuntutan di hadapan hakim Sunarso.

Sahrani dituduh telah menyalahgunakan wewenang dan menyelewengkan dana bantuan operasional sekolah sejak 2010 hingga 2013 dengan cara memanipulasi data jumlah siswa di sekolahnya sehingga jumlah dana yang diterima tidak sesuai dengan kenyataan.

Karena dana tersebut juga tidak digunakan sebagaimana mestinya, dan Sahrani membuat laporan pertanggungjawaban fiktif, seolah-olah penggunaan dana telah sesuai, maka Sahrani juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 116 juta.


Menanggapi tuntutan jaksa, pengacara Sahrani, Muhammad Said, menilai tuntutan tersebut keliru, namun dia tidak menjelaskan secara detail, "Akan kami jawab secara tertulis pekan depan," ujarnya sambil berlalu. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar