.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

10/10/14

Website Lembaga Negara KPAI “Copas” Artikel Tanpa Izin

MAKASSAR, BULETINSIA.com- Sungguh ironis, Lembaga Negara sekelas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ternyata juga diisi oleh oknum-oknum yang tidak profesional dalam bertugas. 

Pasalnya, di salah satu postingan artikel website KPAI yang beralamat di www.kpai.go.id adalah artikel copy paste dari hasil penelitian salah satu mahasiswa pasca sarjana jurusan hukum di kota Makassar.

Damang Averroes, mahasiswa PPS Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengaku sangat keberatan dengan lembaga KPAI yang tanpa seizinnya seenak saja meng”copas” hasil karya penelitiannya.

“Tidak masalah ditampilkan dan disebar, tetapi setidaknya sumber tulisan tersebut ditampilkan, ini sama halnya pembajakan hasil karya orang lain”, keluhnya sebagaimana yang ditulis di akun Facebook miliknya, Kamis (9/10/2014).

Artikel hasil “copas” ini dipublikasikan oleh website www.kpai.go.id tertanggal 10 Juni 2014, namun baru diketahui oleh penulis aslinya, Damang Averros 4 bulan kemudian, tepatnya 10 Oktober 2014. Damang pun melayangkan protes lewat komentarnya di bawah postingan artikel tersebut.

“Anda sangat tidak menghargai karya saya, dengan seenaknya mengkopi paste saja, ini lembaga negara loh KPAI, tapi sangat tidak terhormat caranya mengambil karya orang lain..artikel ini satupun tidak ada karya asli anda, saya yang punya hasil penelitian dulunya,” ujarnya seperti yang dikutip dari komentarnya di website KPAI tersebut.

Saat kru TurungkaNews mencoba mencermati dan melakukan perbandingan dengan seksama kedua artikel baik yang dipublikasikan oleh penulis aslinya dan yang dipublikasikan oleh website Lembaga Perlindungan anak ini, semua kalimat, ejaan kata, tanda bahasa dan tanda kutip sama sekali tidak ada perbedaan diantara keduanya kecuali judul artikelnya saja yang sedikit diubah.

Berikut link yang memuat kedua tulisan tersebut :
Artikel yang dituis oleh Damang Averros : http://www.damang.web.id/2011/03/aplikasi-psikologi-hukum-dalam-putusan.html


Damang mengakui, perlakuan  yang kurang profesional  atas tulisan dan hasil karyanya memang sering terjadi. Beberapa waktu yang lalu salah satu opininya juga  menjadi korban  ”salah nama” di media cetak harian  di Gorontalo.

Sumber: Buletinsia
Share:

0 komentar:

Posting Komentar