.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

24/11/14

Karaeng Galesong Kembali Ke Balla Lompoa Galesong

MAKASSAR, TURUNGKA.COM - I Manidori Kare Tojeng Karaeng Galesong adalah putra Sultan Hasanuddin yang berjuang membebaskan Mataram dari kezaliman Amangkurat I, wafat pada tahun 1679 dan dimakamkan di Ngantang, Malang, Jawa Timur.

Pada hari kamis (27/11/2014) pagi, sekira pukul 09.00 wita. Karaeng Galesong akan kembali mengunjungi tanah airnya, Galesong. Karaeng Galesong akan bertandang dan disambut dengan hormat di Balla Lompoa Galesong.

Karaeng Galesong dimaksud adalah kisah I Manidori Kare Tojeng Karaeng Galesong yang dituturkan kembali oleh Mappajarungi Mannan dalam sebuah novel sejarah dengan judul “Karaeng Galesong Sang Penakluk Mataram”.

Novel kedua buah karya penulis yang menetap Melbourne Australia ini, dipublikasikan oleh Limau Publisher. Sebelumnya, Mappajarungi Mannan juga menulis sebuah novel sejarah dengan judul Gadis Portugis.

Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. Aminuddin Salle, SH., MH. yang merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Aminuddin Salle, bedah novel ini terlaksana berkat kerjasama Pemerintah Kabupaten Takalar dengan Yayasan Aminuddin Salle, Makassar.

“Insya Allah kegiatan akan dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Dr. H. Burhanuddin Baharuddin, MM. Dan dihadiri langsung oleh penulis buku, Mappajarungi Mannan yang datang langsung dari Melbourne.” Papar beliau.

Untuk diketahui, Prof. Dr. Aminuddin Salle, SH., MH. adalah juga Ketua Dewan Adat Karaeng Galesong Takalar yang diangkat langsung oleh almarhum A.J. Bostan Karaeng Mamajja, Karaeng Galesong terakhir, bahkan sudah mendampingi almarhum semasa hidupnya dalam berbagai acara adat Galesong.  

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Fajar, S.Sos., M.Si mengemukakan bahwa bedah buku ini akan didahului dengan kegiatan menginventarisir data-data penelitian terkait Kerajaan Galesong, Laikang, Sanrobone, dan Polongbangkeng.

“Kegiatan inventarisir itu akan kami gelar di kantor Yayasan Aminuddin Salle, di Gedung AS Centre Makassar pada tanggal 25 November 2014. Kegiatan ini sebagai bukti keseriusan kami dalam melestarikan khasanah budaya lokal.” Jelas dosen muda ini.

Masih menurut Fajar, bedah buku akan digelar pada hari kamis, tanggal 27 November 2014 pada pukul 09 pagi, di Balla Lompoa Galesong. “Kami berharap kepada teman-teman yang berminat untuk datang, agar mengenakan pakaian adat.” Pungkas Fajar. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar