.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

30/11/14

Menelusuri Jejak Kehadiran Karaeng Galesong Pertama

TAKALAR, TURUNGKA.COM - Suatu lukisan sejarah yang mengandung maksud dipahami sehingga sewaktu-waktu yang dilukiskan itu menjadi rangkaian membangun pengertian yang dihajadkan. Pengertian itulah yang sangat penting dalam sejarah sebagai ilmu dengan menyikap sebuah tabir peristiwa masa lalu lewat waktu babakan sejarah.

Apabila kita mau menelusuri jejak-jejak kehadiran Karaeng Galesong pertama dimana sampai saat ini masih dalam upaya penelusuran. Kenapa hal seperti ini terjadi bisa saja karena karena kurangnya informasi dan dan ketidaktahuan para penulis sejarah.

Untuk memulai suatu penelusuran maka kita harus terlebih dahulu memahami keberadaan galesong dalam menyejerah dan kerajaan Gowa sejak zaman dulu. Kerajaan Galesong bukanlah berdiri sendiri tapi di bawah naungan kerajaan Gowa.

Meski pada awalnya menempatkan seorang Raja di Galesong bisa dilakukan sendiri, namun dalam perkembangan selanjutnya Galesong bukan daerah otonom yang berdiri sendiri untuk mengangkat seorang Raja harus melalui kebijakan Kerajaan Gowa.

Karena Galesong bukanlah suatu pengertian yang berdiri sendiri melainkan berada dalam satu ruang lingkup yang lebih luas, maka perlulah kita menemukan dan menentukan suatu babakan waktu yang dapat dipergunakan untuk menelusuri tempat dan waktu kehadiran Karaeng Galesong Pertama dalam penyejarahannya.

Babakan Waktu Penelusuran:
I.      Masa pemerintahan Karaeng Tumaparisika Kallongna 1510-1546.
Masa kejadian-kejadian peristiwa penting sebagai tonggak-tonggak sejarah dalam mula perkembangannya Kerajaan Gowa. Daerah Galesong adalah daerah wilayah kerajaan Gowa pada waktu itu belum ada raja di Galesong.
II.    Mengacu pada literatur silsilah yang ada, Susunan Pemangku Kerajaan Galesong berupa sejarah dan silsilah yang dibuat oleh Yayasan Karaeng Galesong tahun 1945 dan pengangkatan Raja Galesong Pertama tahun 1610. Tanpa menyebut nama Karaeng Galesong dimaksud. Karena itu masih perlu penelusuran.
III.  Masa pemerintahan Raja Gowa ke. X 1546-1565 Karaeng Tunipalangga 1546-1565.
Masa perkembangannya Kerajaan Gowa.
IV. Masa Karaeng Tunibanta 1565-1565 raja Gowa ke XI
Beliau hanya memerintah selama 43 hari karena wafat dalam pertempuran di Bone. Penuturan dalam lontara Gowa Tallo menyebut salah seorang istrinya berasal dari Galesong, melahirkan anak lelaki namanya I TAPPU nama ini ada tertera dalam silsilah sebagai Raja Galesong yang Pertama tertulis nama ITAPPA.

Penuturan Lontara Gowa menyebutkan mengenai isteri-isteri dan anak-anak Karaeng Tunibanta dalam aksara Lontara sebagai berikut:
Karaeng Tunibanta, areng kalenna nikana Itaji Barani, areng pamanana Daeng Marompa, pakkaraenganna nikana Karaeng Ri Data. 
1.    Ri tama gaunapa na nabaineyang anana Karaenga ri Jamarayang nikana i Daeng Mangkasara (1515) na anamo Karaeng Tunijallo, Karaeng Mappedaka, Karaenga Nibisei Daeng Tonji, sitau pole nikana i Daeng Biasa.
2.    Lebbaki abbaineaseng pole Karaenga Tunibanta anana karaenga tunipasu rung ri baine Tu Marusuna.
3.    Mabbainemi pole Karaenga Tunibanta Tu Galesong, anami Karaeng Galesong ni yarenga I Tappu.
(Nama Putra Karaeng Tunibanta inilah di perkirakan menjadi Raja pertama Galesong)
4.    Karaeng Tunibanta ri mantamana mabundu ri Benteng pa pollong Bone, asengkai, assumengka ri Soppeng ambaineyangi andina Puang Lippua taena anana.

Bila menggunakan di atas sebagai acuan dalam penelusuran, maka pada babakan waktu ke IV (empatlah) sebagai rujukan karena bisa memperjelas kehadiran Karaeng Pertama di Galesong. Dengan demikian kita telah dapat menyusuri jejak-jejak kehadiran Karaeng Galesong Pertama.

Ukuran-ukuran inilah yang dipergunakan untuk melihat rentetan peristiwa sejarah tumbuh berkembangnya kerajaan Galesong antara tahun 1510-1565, peristiwa yang kurang lebih dapat memenuhi ukuran itu akan ditematkan sebagai puncak peristiwa yang menandai kehadiran Kerajaan Galesong bersama Raja pertama yang sepatutnya diperingati oleh masyarakatnya.

Data-data yang disajikan ini hendaknya menjadi tonggak terpenting dan disertakan dalam mengikuti seleksi, dalam ukuran yang telah diketengahkan di bahagian depan. Pada umunya adalah data-data yang telah diperbincangkan panjang lebar pada bab-bab yang terdahulu.

Oleh karena itu, maka untuk kepentingan praktisnya, data-data yang telah dikemukakan hanya sekedar ringkasan saja. Saya kira forum ini hanya merupakan suatu upaya rekomendasi terhadap susunan pemangku Raja Karaeng Galesong mulai dari RAJA GALESONG PERTAMA sampai yang terakhir (Ke.17)

Penelusuran pencaharian ini dapat memberikan nuansa penyegaran dan kesejarahan, bukan karena faktor untung rugi bagi satu pihak/golongan tertentu melainkan karena keharusan sejarah.
Demikian catatan ringkas “menelusuri jejak Karaeng Galesong Pertama”. (rdm/kdm)

A. Ar. Daeng Rigowa. Penutur Lontara’. Menetap di Jakarta.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar