.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

12/06/15

Stafsus Mendikbud Ajak Mahasiswa Dukung Gerakan Nawacita Anti Korupsi‎

PURWOKERTO, TURUNGKA.COM - Faktanya, korupsi bahkan bukan hanya merambah ranah birokrasi. Di kita, korupsi telah menjadi semacam penyakit sosial yang menjalar ke segala lini kehidupan. Maraknya korupsi di Indonesia seakan sulit untuk diberantas dan telah sering dituduh sebagai menjadi budaya.

"Saya tidak percaya korupsi adalah budaya. Rasanya tidak tepat bila korupsi merupakan suatu budaya, mengingat budaya memiliki nilai-nilai yang luhur dan positif," ungkap Staf Khusus Mendikbud M Chozin Amirullah saat Seminar Nasional Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman di Purwekerto, Jawa Tengah, Jum'at (12/06/2015).
Menurutnya, gagasan Presiden Joko Widodo dengan Nawacitanya sebagai jalan perubahan sangat tepat jika melihat realitas berbagai permasalahan korupsi yang melanda negeri kita.

"Saya mengajak teman-teman mahasiswa menjadikan konsep Nawacita sebagai sebuah gerakan semesta," ajak Chozin.

Rakyat harus terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan agenda yang telah menjadi agenda utama pemerintah Jokowi-JK.

Dijelaskan M. Chozin, penanaman nilai-nilai integritas, kejujuran, kemandirian dan penguatan mental secara sistemik kita integrasikan dalam kurikulum dan tatakelola pendidikan kita.


"Pelibatan generasi muda secara aktif melalui gerakan bersama mengontrol proses pengambilan dan implementasi kebijakan publik juga menjadi upaya pembiasaan untuk menumbuhkan karakter antikorupsi," pungkasnya. (ist/kdm)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar