.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

31/07/15

Bantaeng Adakan Pelatihan Khusus Pengawas

BANTAENG, TURUNGKA.COM - Pemerintah Daerah Kab. Bantaeng dalam hal ini Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Kab. Bantaeng bekerjasama dengan USAID PRIORITAS mengadakan Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) bagi seluruh Pengawas Sekolah di Kab. Bantaeng yang berjumlah 60 orang. Kegiatan  berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 28-30 Juli 2015 bertempat di Gedung PGRI Kab. Bantaeng.

Dalam sambutan pembukaan dibacakan Abdul Gani, Sekda Kab. Bantaeng,  Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah menekankan semua pihak bertanggung jawab terhadap pendidikan di Bantaeng, agar  peningkatan  infrastruktur dan pesatnya pertumbuhan ekonomi di Bantaeng didukung  kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.

“Pelatihan khusus pengawas yang pertama dilaksanakan dari seluruh Provinsi dan Kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS ini adalah satu kegiatan yang sangat luar biasa terlebih  mendapat dukungan dan melibatkan Bappeda Kab. Bantaeng. Ini memang sejalan dengan misi kita bagaimana supaya semua instansi pemerintah dapat bersinergi mendukung pembangunan di Kab. Bantaeng baik pembangunan ekonomi maupun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar bupati.

Menurut Erni, Koordinator Daerah Kab. Bantaeng, pelatihan khusus pengawas se-Kab. Bantaeng merupakan satu inisiatif praktek yang baik dalam menanggapi hasil uji kompentensi pengawas yang rendah di Indonesia. Sebagaimana dirilis oleh Kemendikbud,  berdasarkan Uji Kompetensi Pengawas tahun 2015,  nilai rata-rata Pengawas di Sulsel berada dibawah rata rata nasional. Nilai rata-rata nasional adalah  41,49 sedangkan nilai Sulsel hanya 39,29.

“Pemerintah Bantaeng sangat sigap menanggapi hasil uji tersebut, dan segera melatih pengawas sekolahnya agar kompetensi mereka meningkat. Kalau mereka tidak sanggup mengawasi proses belajar-mengajar di sekolah karena tidak memiliki skill yang dibutuhkan,  yang jadi korban utama pada akhirnya adalah masa depan siswa,” ujar Erni.

Pelatihan juga untuk mendukung penyebarluasan dan implementasi pelatihan praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah bagi guru,  kepala sekolah dan pihak sekolah terkait lainnya yang baru-baru bekerjasama dengan USAID PRIORITAS telah dilaksanakan secara besar-besaran di Kab. Bantaeng. Pengawas diharapkan bisa memastikan hasil pelatihan tersebut benar-benar diimplementasikan di sekolah.

“Dengan pelatihan ini, mereka  diharapkan menjadi petugas monitoring dan pembina efektif yang memiliki bekal pengetahuan metode-metode pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Mereka diperkenalkan berbagai instrumen monitoring dan difasilitasi untuk menambah instrumen itu sesuai konteks pendidikan di Bantaeng, sehingga ketika melihat kelemahan di sekolah, mereka segera dapat membantu mengatasinya” ujar Erni.

“Kita tidak ingin pendidikan kita terpuruk, karena orang yang ditugaskan untuk memonitoring, mengevaluasi dan membina sekolah tidak memiliki kemampuan untuk itu. Langkah yang dilakukan kabupaten dengan sigap melatih para pengawasnya perlu mendapatkan banyak apresiasi,” ujar Fadiah Machmud,  Spesialias Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS. (ist/kdm)


Laporan: Mustajib (USAID PRIORITAS – Provincial Communication Specialist – South Sulawesi)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar