.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

17/05/17

Pemuda Galesong Produksi Arang Sekam

GALESONG, TURUNGKA.ID. Sekam padi sama sekali tidak menarik, malah gatal, sehingga banyak orang tak tak peduli dengannya. Kendati memang gatal, keinginan untuk melihat tanaman subur tak menjadikan masalah gatal sebagai halangan.

Beberapa Anak Muda di Galesong, sebuah kampung yang asik di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memilih memanfaatkan sekam padi menjadi produk yang bernilai ekonomis dibandingkan harus menumpuk percuma di berbagai lokasi penggilingan padi.

Dibawah komando pemuda yang bernama Ahmad Husain,  sekam di Galesong yang awalnya hanya dijadikan sebagai pakan hewan kini diolah menjadi arang sekam.

Anak Muda Galesong ini mengolah sekam padi menjadi Arang Sekam, sebuah produk yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan tanam-menanam, umumnya pada kegiatan urban farming yang membutuhkan media tanam premium untuk menumbuhkan berbagai tanaman.

Ahmad Husain dibantu rekannya,  Rahmat dan Isbah dapat memproduksi arang sekam paling kurang 10 karung sehari dengan menggunakan alat bakar yang sederhana.

"Paling sedikit 10 karung,  kalau semangat-semangatnya membakar bisa dapat sampai 20 karung" terang Rahmat yang ditemui di lokasi pembakaran di Tama'dampeng Desa Pattinoang,  17/5/2017. Sore.

Arang sekam memang merupakan rekomendasi media tanam disamping tanah dan kompos atau pupuk kandang.

Ahmad Husain menambahkan bahwa arang sekam memiliki banyak sekali manfaat bagi tanaman, walaupun pada pengaplikasiaanya, sistem kerjanya tak sesimpel kompos yang saat ditabur sudah siap diserap oleh tanaman.

Arang sekam ini semacam perlengkapan rumah yang yang membantu menjadikan suasana rumah menjadi sejuk. di dalam tanah, arang sekam meningkatkan porositas, memperbaiki sirkulasi udara sehingga asupan oksigen ke media tanam dapat berlangsung dengan baik. Dengan begitu, kehidupan mikroba di dalam tanah pun akan baik.

"Kami juga merencakan akan memanfaatkan sekam ini menjadi briket,  tapi sekarang fokus dulu pada arang sekam" Kata Sarjana Alumni Unismuh Malang ini. (rdp)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar