.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/11/17

I Tolok Mentas Di Awal Desember

MAKASSAR, TURUGKA.ID. Pementasan teater Itolok diagendakan pada bulan desember dari tanggal 5-7 Desember 2017 digedung kesenian makassar. Pementasan teater ini adalah hasil karya dari budayawan Sulsel, Rahman Arge.

Kisah itolok ini menceritakan tentang  seseorang yang berasal dari golongan masyarakat biasa. Dia adalah anak seorang petani yang miskin dari kampung Parapa (Perbatasan Desa Tinggimae Gowa dan Desa Pakkaba Takalar).

Sebagai anak petani, saat masa kecilnya, I Tolok membantu ayahnya bertani di sawah dan mengembala kerbau. Sejak kecil, I Tolok memang terkenal berani. Ayahnya,  I Kade, seorang  jago silat di kampungnya, mewariskan ilmu bela diri kepada anak-anaknya. Karena sosoknya yang berani itu, sehingga ayahnya memberi nama I Tolok.

Kalau di Eropa ada Robin Hood, di Indonesia juga memiliki banyak tokoh yang punya kisah heroik dalam berjuang menentang penjajah. Salah satunya adalah I Tolok Daeng Magassing, anak petani dari tanah Makassar yang tumbuh dewasa saat kerajaan Gowa sudah takluk pada Belanda.

Dia menyaksikan sendiri bagaimana buruknya perlakuan penjajah pada rakyat di negerinya.  Laut yang indah, daratan yang hijau dengan pepohonan rindang berjajar rapi, serta tanah yang subur tidak lagi mampu menyenangkan hati rakyat.

Daerah yang dulunya menghasilkan bahan pangan dan beras yang melimpah, tidak lagi bisa memakmurkan rakyat. Hancur bentengnya, hancur perekonomian rakyatnya, dirusak adat dan budayanya.

Berbekal pengetahuan silat yang di peroleh dari ayahnya, dengan gagah berani, dia bangkit mengobarkan perlawanan pada Belanda dengan cara merampok pos-pos penjajah itu, rumah pejabat yang bekerjasama dengan Belanda, dan menyerang iring-iringan patroli pasukan Belanda. Hasil rampokannya kemudian dibagikan pada masyarakat miskin dan sisanya digunakan untuk kebutuhan selama bergerilya di hutan.

Adapun beberapa pemain dalam pementasan I Tolok diantaranya Fajar Baharuddin (bojan) berperan sebagai I Tolok, Andi Naufah Patadjangi, Harruddin, Ishakim, Ary Bayu Reksa dan beberapa pemain teater lainya. Adapun Pimpinan Produksi dari teater ini adalah Armin Mustamin Toputiry dan sutradara Goenawan Monoharto. (rdm/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar