.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

21/12/17

Jadilah Bupati Takalar Kebanggaan Bangsa


Takalar, TURUNGKA.ID. Menyambut hadirnya kepemimpinan baru di Kabupaten Takalar, banyak pihak memupuk ekspektasi yang tinggi. Mereka berharap, semoga musim panen kebahagiaan itu akan benar-benar terwujud di daerahnya tercinta. Rakyat Takalar amat berharap agar kepemimpinan Syamsari Kitta dan Ahmad Dg Se're untuk periode 2018-2023, menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesejahteraan hidup sekaligus sebagai jembatan nyata menuju hidup yang lebih berkeadilan sosial.

Menurut para aktivis "Diaspora Mahasiswa Takalar" yang dihubungi secara terpisah Rabu (20/12/2017), lima tahun kepemimpinan yang pro rakyat, tentu lebih dari cukup untuk memajukan daerah hingga pentas nasional. Bagi mereka yang telah malang melintang di tengah arus gerakan kemahasiswaan, sudah saatnya Takalar memiliki Bupati dan Wakil Bupati dengan reputasi seorang negarawan sejati.

Dalam pandangan Nurul Fatimah Hadiyanti, mahasiswi semester 7 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) bahwa penetrasi revolusi digital hingga ke pelosok-pelosok negeri, perlu dihadapi dengan hati yang cerdas juga jiwa yang profetik. Baginya, turbulensi informasi yang saat ini benar-benar mengagetkan dan kian mencemaskan merupakan tantangan besar sekaligus peluang emas bagi duet Bupati dan Wakil Bupati yang baru.

"Kita butuh kepemimpinan yang bernafaskan kreativitas dan inovasi. Dengan begitu, seluruh pelayanan publik akan terus mengalami perbaikan menuju penyempurnaan," ulasnya.

"Kualitas pendidikan di Takalar perlu segera dibenahi. Karena itu, seluruh  sekolah harus dipimpin oleh mereka yang terbiasa berinovasi dalam proses pembelajaran," tuturnya.

"Kepala sekolah yang semata mengandalkan jasa politik maupun ikatan kekerabatan sudah selayaknya diganti. Horison kepemimpinan di sekolah perlu segera dikembalikan pada khitahnya, yaitu kepemimpinan karena prestasi dan dedikasi bukan karena seberapa besar Anda membayar," jelasnya.

Pendapat senada juga diungkapnya Andrye Sundra Nur Mahasiswa IPB dari Kota Bogor. Menurutnya, reformasi birokrasi jangan semata hanya ada dalam dokumen visi misi pemimpin.

"Selama ini kita terlalu sering mendengar pidato tentang reformasi birokrasi. Namun kenyataannya, keluhan dan protes pelayanan  publik di Takalar juga tidak pernah sepi," terangnya.

"Andai setiap Dinas/Badan/Kantor pelayanan publik di Takalar memiliki masing-masing tiga program inovatif, maka niscaya setiap tahun Takalar memiliki ratusan program inovatif dalam pelayanan publik. Dengan  demikian, pemkab Takalar tidak hanya akan memperoleh banyak penghargaan di tingkat nasional saja, namun mereka akan terus abadi bertahta dalam hati dan doa rakyatnya," urainya.

Sementara itu menurut Muhammad Rheza Aditya, mahasiswa Institut Teknologi Malang, Bupati dan Wakil Bupati yang baru harus memberikan kontribusi yang nyata terhadap nasib masa depan rakyat Takalar. Olehnya itu, di tataran pemerintah kab. Takalar harus memiliki sosial-kapital yang ampuh serta memperjuangkan nilai-nilai di masyarakat setempat.

"Kalau orang Surabaya, bangga dipimpin walikota perempuan yang luar biasa, Ibu Tri Rismaharini. Orang Bandung juga bangga dengan walikotanya yang arsitek bersahaja, Ridwan Kamil. Lantas, hingga kapan rakyat Takalar harus menunggu kelahiran pemimpin yang pantas dibanggakan di pentas nasional?" tanyanya secara retoris.

"Semoga melalui kiprah, prestasi maupun dedikasi  Pak Syamsari dan Aji De'de seluruh impian rakyat Takalar bisa tertunaikan dengan Rahmat Allah SWT," pungkasnya. (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar