.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

24/12/17

Pentingnya Puisi di Tahun Politik

Takalar, TURUNGKA.ID. Puisi dan politik tentu saja merupakan dua dunia yang berbeda. Bila politik melulu soal mengalahkan lawan demi sebuah kekuasaan, maka puisi lahir dari bahasa jiwa manusia yang paling indah. Karena itu, puisi bertema kritik politik sekalipun bergaransi hadirnya rasa estetika yang amat jujur dan jernih.

Demikian ungkapnya penyair muda Takalar yang sedang naik daun, Damar Al-Manakku pada sesi pembacaan puisi di tengah sehimpunan aktivis gerakan kemahasiswaan di Gedung Pola Bupati Takalar (Minggu, 24/12/2027)

Menurutnya, politik tanpa hari-hari puisi di dalamnya akan menguras energi bangsa ini dalam perseteruan yang saling meniadakan.

"Mari kita belajar, dari dinamika pemilu maupun pemilukada sebelumnya. Tanpa kehadiran puisi, pertarungan tim sukses maupun simpatisan hanya mampu memproduksi ujaran kebencian semata," lanjutnya.

"Masing-masing pihak seperti menuhankan diri. Mereka berasumsi bahwa kebenaran hanya ada di pihaknya, sementara pihak lain adalah suara-suara yang menyesatkan rakyat pemilih," ungkap pemuda pribumi Polongbangkeng ini.

"Dalam konteks Takalar, ketiadaan puisi di musim kampanye politik, menyebabkan hubungan kekeluargaan hancur berantakan. Meski bersaudara kandung, hanya karena berbeda pilihan politik antara Syamsari-De'de ataupun Burr-Nojeng, hubungan antar saudara diakhiri dalam dendam maupun saling menyumpah serapah," jelasnya

"Bahkan yang bikin miris, hingga kini kerusakan hubungan persaudaraan akibat politik belum bisa diperbaiki seperti sedia kala. Andai puisi hadir di masa-masa itu, tentu kondisi saat ini bisa lebih teduh dan membahagiakan semua pihak," urainya.

"Pemimpin politik seperti Soekarno, menulis puisi demi memerdekakan bangsanya. Demikian pula "sumpah pemuda" yang sejatinya merupakan puisi kolektif pemuda indonesia yang sangat menakjubkan. Saking sakralnya, puisi sumpah pemuda telah merambah ke seluruh kesadaran bangsa lintas generasi," terangnya.

Oleh karenanya, Damar amat berharap agar organisasi kemahasiswaan maupun kepemudaan di Takalar turut mengarusutamakan apresiasi pada puisi. "Jangan terlalu cepat terjun pada tindakan politik yang pragmatis, kawan!" pungkasnya dengan nada yang syahdu. (zdr)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar