.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/12/17

Profesor Arifudin: Jujurlah di Masjid maupun di Kantor

Takalar, TURUNGKA.ID. Kesalahpahaman tentang ajaran Islam tentu saja melahirkan banyak perbuatan menyimpang. Dampaknya, perbuatan menyimpang tersebut melahirkan sebuah tatanan masyarakat yang hipokrit yaitu masyarakat yang hidup pada nilai-nilai kemunafikan. Boleh jadi ia seorang muslim yang taat ibadah juga terpandang jujur di masjid tempatnya berjamaah. Namun di kantor, ia menjadi sosok yang merasa tak berdosa mengorupsi uang negara.

Demikian salah satu pokok pikiran yang sangat tajam dan menghentak kesadaran jamaah Masjid Agung Takalar, Jum'at (29/12/2017). Pokok pikiran itu dilontarkan oleh Prof. Arifuddin Ahmad, Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar saat menjadi khatib.

"Sebagian masyarakat kita memahami konsep dunia dan akhirat, sebagai konsep yang dikotomis. Artinya dunia dan akhirat, merupakan dua identitas yang saling bertolak belakang. Mereka yang berpandangan seperti itu mengatakan bahwa urusan dunia akhirat harus seimbang. Fifty Fitty. Dunia 50% akhirat 50%. Dan pada akhirnya, muncullah pemikiran, bahwa karena masjid adalah tempat yang sangat suci dan sakral, maka jangan berdusta dan mencuri di dalamnya. Sementara kantor adalah sepenuhnya urusan rezeki duniawi," jelasnya dengan gamblang.

Padahal menurut Prof. Arifuddin, konteks Q.S. Al Qassas 77 bila difahami dan ditafsir dengan benar akan melahirkan pemahaman bahwa dunia adalah bagian dari kehidupan akhirat kita.

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan," maksud ayat tersebut dalam tafsirannya adalah bahwa dunia tempat kita menanam sementara di akhirat akan kita panen.

"Tidak mungkin ada musim panen bahagia di akhirat, bila selama di dunia kita tidak pernah menanam kebaikan," urainya dengan gamblang.

Oleh karena itu, ia pun menyarankan "kalau jadi bendahara, baik itu bendahara masjid ataupun bendahara kantor, harus jujur keduanya. Kejujuran sebagai bendahara masjid semata tak akan bisa menghapus dosa kebohongan sebagai bendahara kantor," warning dengan sangat tegas. (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar