.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

24/12/17

Tamparan Keras buat Mahasiswa Takalar dari Aktivis 98

Takalar, TURUNGKA.ID. Menjadi aktivis, ternyata tak semudah bayangan anak muda di Takalar. Menjadi aktivis, harus penuh totalitas serta memiliki militansi yang lebih hebat daripada doktrin prajurit sekalipun. Menjadi aktivis, harus menjadi penulis yang mampu membakar kesadaran para pembacanya.

Demikian pernyataan tegas, Muhammad Kasman saat menjadi salah satu pembicara dialog publik bertema meneroka peran pemuda di tahun politik, Minggu (24/12/2017) yang dilaksanakan paska pembukaan Konferensi Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Takalar.

Menurut Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan tersebut, aktivis muda Takalar sangat perlu belajar kepada sosok HOS Tjokroaminoto, Soekarno maupun Tan Malaka.

"Seorang Soekarno, saat berusia 14 Tahun, telah menghasilkan puluhan artikel bertema gerakan kebangsaan. Di usia yang masih sangat muda tersebut, Soekarno telah diberi kepercayaan untuk memobilisasi gerakan massa yang sangat besar untuk melawan kaum penjajah," terang aktivis yang sangat vokal pada era 98 dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin itu.

"Coba bandingkan realita itu dengan nasib kaum pelajar di Takalar. Bahkan untuk mengikuti kegiatan seperti ini saja, siswa-siswi harus menunggu izin dari kepala sekolah. Bagaimana bisa Takalar melahirkan generasi bangsa terbaik seperti Soekarno, jikalau anak mudanya tak pernah bisa menulis ratusan artikel gerakan," jelasnya kian berapi-api.

"Tjokroaminoto telah sanggup menggerakkan jutaan orang melalui orasi-orasi maupun tulisan-tulisannya ketika masih berusia 24 Tahun. Kalau disini, usia segitu anak muda Takalar masih larut dalam status galaunya saja. Tan Malaka produktif menulis banyak buku sejak berumur belasan tahun. Disini, politisi senior sekalipun tak usah diharap menulis buku, menjadi pembaca buku yang tekun saja sudah lumayan itu," sindirnya,

"Tak usah terlalu berharap, bila pemimpin Takalar saat ini, tiba-tiba menjadi cendekiawan dengan buku-bukunya yang menginspirasi. Tak perlulah bermimpi, dapat undangan "lauching" sekaligus bedah buku tentang #inspirasi_kebangsaan_dari_Takakar karangan Syamsari-De'de Kitta ataupun H. Ahmad Dg. Se're," pungkasnya separuh berharap. (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar