.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

11/12/17

Ujian Yes, Kebersihan No!

Takalar, TURUNGKA.ID. Sungguh memprihatinkan dan amat memalukan. Lingkungan kelas yang mestinya selalu bersih dan nyaman, justru nampak begitu kotor hingga terkesan jorok. Apalagi bila realitas kelas-kelas yang dihiasi beragam sampah tersebut, justru terjadi saat puncak penilaian hasil belajar yaitu pelaksanaan Ujian Akhir Semester tingkat SMA/SMK di Kabupaten Takalar.

Sebagian guru yang bertugas sebagai pengawas ujian yang dimulai sejak Senin, 4 Desember 2017 dan direncakan berakhir Selasa 13 Desember 2017, kepada awak turungka.id sangat prihatin menjadi saksi kondisi kelas yang kotor. Bagi mereka kelas yang berantakan oleh sampah, tentu saja menggangu proses ujian itu sendiri.

"Populasi sampah yang meningkat pada saat ujian, nampaknya menjadi nafas pendidikan di daerah kita. Sulit mempercayai sebaliknya. Pengalaman  mengawas di beberapa sekolah, makin mengentalkan kesadaran saya, bahwa sampah bukanlah lawan bagi siswa-siswi di daerah kita. Sampah adalah sahabat setia, yang selalu hadir tanpa pernah ada kesungguhan untuk menghilangkannya" ungkap Sahar Daeng Bani guru yang mengawas di Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Pendapat senada juga diungkapkan Ustad Rustam Daeng Pasang yang kali ini mengawas di Kecamatan Pattalassang.

"Suasana kelas, tentu saja mencerminkan jiwa siswa-siswi di sebuah sekolah. Namun pembiaran kelas yang berantakan oleh sampah juga menunjukan betapa masih lemah manajemen sekolah tentang kebersihan," terangnya.

"Memperoleh nilai yang tinggi saat ujian, namun tidak peduli dengan lingkungan kelas yang jorok menunjukan betapa rapuh mutu pendidikan di negeri kita. Boleh jadi benar tesis berbagai kalangan, bahwa disorientasi pendidikan yang mengutamakan nilai akademis daripada kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan hidup, menjadi akar permasalahan yang melahirkan kaum koruptor," pungkas guru rendah hati ini. (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar