.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

29/03/18

Miskin Kreativitas, Korwil SEMMI Protes KPUD Sulsel

Makassar, TURUNGKA.ID. Pemilu di Indonesia sering dikritisi baru sekedar demokrasi prosedural. Pemilu yang seharusnya menjadi media pendidikan politik dalam kenyataan hanyalah narasi tentang bancakan kaum politisi untuk meraih kuasa dan legitimasi publik. Mengharapkan rakyat bertambah cerdas dan dewasa secara politik dari pemilu ke pemilu nampaknya masih merupakan utopia semata.

Protes keras di atas disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan, Baihaqi Zakaria yang ditemui Kamis (29 Maret 2018). Menurutnya, sebagai penyelenggara pemilu, KPUD Sulawesi Selatan seperti didera kemiskinan kreativitas dalam menciptakan iklim berdemokrasi yang mencerdaskan sekaligus mencerahkan khususnya dalam pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Tahun 2018.

"Pemilih pemula harusnya disasar KPUD Sulsel dengan program-program yang menarik dan inovatif. Karena pada pemilih pemula ini, masa depan demokrasi Indonesia dipertaruhkan. Bayangkan bila pemilih pemula ikut terkontaminasi kultur politik destruktif seperti politik uang dan terlibat pada kampanye negatif, maka sesungguhnya KPUD telah gagal mengemban amanah sebagai penyelenggara pemilu yang profesional," tuduhnya meyakinkan.

"Semestinya KPUD memiliki program yang mengayakan kreativitas pemilih pemula. Misalnya menantang seluruh pelajar tingkat SMA sederajat untuk membuat video singkat berdurasi satu menit. Dalam video tersebut, kaum pemilih pemula itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada calon gubernur maupun calon wakil gubernur. Tugas KPUD meminta seluruh calon gubernur-wakil gubernurnya juga menjawab seluruh pertanyaan pemilih pemula juga selama satu menit," lanjutnya

"Dengan begitu, secara otomatis terjadi interaksi antar pemimpin dengan rakyatnya yang berumur muda. Pada saat yang bersamaan berlangsunglah proses pendidikan politik yang sebenarnya. Dalam konteks seperti ini, pemilu akan melahirkan pemimpin yang makin berkualitas serta rakyat yang kian melek politik. Lantas, apakah KPUD Sulsel pernah memikirkannya? Ingat, demokrasi yang miskin kreativitas penyelenggaranya justru melahirkan pseudo demokrasi," pungkas Eks Mantan Ketua Organisasi Mahasiswa Paling Bertakwa di UNM Makassar  tersebut. (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar