.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

08/06/18

#DoaTakalar buat Razan Al-Najjar

TAKALAR, TURUNGKA.COM. Takalar dan Palestina adalah dua dunia yang berbeda. Namun kedua negeri tersebut memiliki ikatan batin yang sangat kuat. Apapun yang terjadi di Palestina, maka seluruh rongga bathin rakyat Takalar bisa merasakannya dengan begitu nyata.

Maka tak heran, bila kepergian perempuan Palestina, Razan Al-Najjara menuju RabbNya oleh sebab kekejaman tentara Israel pada (01/06/2018) telah melahirkan duka yang amat mendalam bagi masyarakat di Takalar. Hujan air mata membuat tanah Takalar basah oleh doa-doa cinta dan keselamatan buat bidadari dunia dan akhirat itu.

Menurut Israh Maudya gadis muda Takalar yang sebaya serta berparas teduh seperti Razzan, yang dihubungi (Jumat, 08/06/2018) bahwa doa adalah bahasa universal untuk menyatukan hati seluruh umat manusia. Karena itu, menurutnya, doa-doa buat Razzan, sejatinya merupakan bahasa jiwa yang suci untuk mendampingi almarhumah menuju tempat terindahnya yang kekal dan abadi.

"Doa kami di Takalar, bukan sekedar mata air pilu maupun sungai kehilangan yang amat pedih.  Namun doa-doa kami adalah persaksian ikatan tauhid yang paripurna. Ketika kami berdoa buat Razzan, sejatinya kami memohon kematian yang mulia seperti dirinya," ungkapnya dengan jujur.

Pendapat yang senada juga diungkapkan Ketua COPMI Takalar, Muliati. Menurut pengagum ibunda Khadijah ra dan Fatimah ra, bahwa kematian mulia seorang perempuan merupakan takdir terindah bagi seluruh perempuan di muka bumi ini.

"Semoga kesyahidan perempuan suci seperti Razan Al-Najjar selalu menginspirasi kami semua kaum muslimah dimanapun berada. Bahwa kematian itu adalah sebuah kepastian. Namun perlu diingat, jangan sampai ketika ajal sudah menjemput, kita tak sempat lagi memberi kontribusi yang positif bagi perjuangan umat Islam," pungkas perempuan sholehah tersebut.  (zdr)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar