.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

28/08/18

LP3MI Terdaftar Sebagai Pemantau Pemilu 2019

JAKARTA, TURUNGKA.COM. Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia mendaftarkan salah lembaganya yakni LP3MI (Lembaga Pemantau Pemilu Pemuda Muslimin Indonesia) sebagai lembaga resmi pemantau Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

"Nanti ada pemilu legislatif, ada juga pemilihan presiden. Kami mendaftarkan LP3MI sebagai pemantau resmi dan ikut berpartisipasi dalam pemantauan pemilu," kata Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/8).

Sementara, Direktur Eksekutif LP3MI, Saefulloh mengatakan pihaknya menyadari banyaknya jumlah peserta pemilu, tidak sebanding dengan SDM Bawaslu, terutama di tingkat Provinsi daerah.

Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kinerja pengawas sehingga bisa meningkatkan kualitas pemilu.

 "Pengawas di tingkat daerah jumlahnya sangat sedikit dibanding dengan peserta pemilu. Contohnya begini, satu dapil ada 10 calon untuk satu partai, dikali jumlah partai politik, belum ditambah lagi calon DPD Pesertanya saja belum ditambah tim suksesnya," ungkap Saefulloh.

Saefulloh menyebut target besar jumlah partisipasi pemilih yang mencapai angka 77,5 persen harus diikuti dengan kualitas dari pemilu itu sendiri. Ia menyebut pemilu berkualitas bisa diukur dengan kemampuan pemilih berdasarkan pilihannya sendiri.

"Mereka mampu dengan sadar tanpa intervensi untuk datang memilih, tapi dia termotivasi dengan visi dan misi dari kandidatnya bukan karena sogokan uang," tutur Saefulloh

Dalam UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pendaftaran dan verifikasi lembaga yang ingin menjadi lembaga pemantau pemilu harus mendaftar ke Bawaslu. Nantinya Bawaslu yang akan menentukan apakah lembaga tersebut diterima atau tidak pendaftarannya. (ctz/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar