.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

11/08/18

Putra Takalar Jadi Pembicara Seminar Internasional di IAIN Manado

MANADO, TURUNGKA.COM - Mungkin tak banyak yang mengenalnya di kampung halamannya Takalar, namun sosoknya kini menjadi salah satu peneliti handal di Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Adalah Dr. Muhammad Adlin Sila, Ph.D., pria mungil kelahiran 16 September 1970 ini adalah putra seorang dai kondang di Sulawesi Selatan sampai era 90an, alm. K.H. Syukri Daeng Limpo yang merupakan tokoh masyarakat dari Salaka, Takalar.

Pada Jumat (08/08/2018) pagi, Adlin Sila menjadi pembicara pada plenary session dalam International Seminar on Contemporary Issue in Islam (ISCII) di Hotel Sintesa Peninsula Manado yang digelar oleh IAIN Manado bersama Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Selain Adlin Sila yang merupakan jebolan program Doktor Australian National University (ANU), plenary session dalam ISCII yang dibuka sejak kamis (07/08/2018) malam ini juga menghadirkan Prof. Wan Kamal Mujani selaku Dekan Fakultas Pengajian Islam UKM.

Dalam Seminar Internasional yany digelar selama dua hari ini, sedikitnya ada 12 presenter makalah dari Malaysia dan puluhan presenter lainnya yang berasal dari Semarang, Kendari, Gorontalo, serta beberapa kampus di Kota Manado.

Dr. Rosdalina Bukido selaku Ketua Panitia ISCII dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa IAIN Manado untuk lebih produktif dalam menghasilkan karya ilmiah.

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat memotivasi dosen dan mahasiswa IAIN Manado untuk terus produktif dalam mempublikasikan karya ilmiah dan juga sebagai sarana untuk saling bersinergi untuk pengembangan kualitas akademik ke depan."

Kegiatan ISCII dimulai dengan pra-seminar penulisan jurnal internasional di mana yang menjadi narasumbernya adalah Nida Fadhlan M.Hum selaku asisten editor di Jurnal Studia Islamika, Jurnal internasional terindeks Scopus yang dikelola oleh UIN Syatif Hidayatullah Jakarta.

Pembukaan ISCII sendiri diadakan pada Kamis malam dengan dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I IAIN Manado, Dr. Yasin Jetta dan Wakil Rektor UKM, Prof. Dr. Ekhwan Tariman. Kegiatan ISCII dibuka secara resmi oleh Perwakilan Gubernur Sulawesi Utara yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II.

Sesaat setelah pembukaan, Prof. Dr. Ekhwan Tariman selaku Wakil Rektor UKM menjadi keynote speaker. Para audiens menjadi sangat antusias dengan materi yang dibawakan oleh Prof. Ekhwan.

Di Plenary session ini, banyak peserta khususnya dari mahasiswa IAIN Manado melontarkan pertanyaan kepada Prof. Wan Kamal karena tema yang ia bawakan sangat relatif baru yakni tentang Pengaruh Korean Wave terhadap Anak Muda di Malaysia.

Pasca makan siang, presentasi paper kembali berlangsung dengan antusias dan kemudian ditutup dengan plenary session yang mana menjadi pembicaranya masing-masing adalah Prof. Dr. Salasiah Hanin Hamjah dan Prof. Jaffary Awang dari UKM, dan Ismail Suardi Wekke Ph.D dari Stain Sorong.

Puncak acara ISCII berlangsung pukul 18.30 di Kantor Walikota Manado dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado yang mewakili Walikota yang berhalangan hadir.

Agenda dalam puncak acara ISCII adalah makan malam bersama dan juga penandatanganan MoU antara IAIN Manado dan UKM. Prof. Wan Kamal Mujani selaku Dekan Fakulti Pengajian Islam dalam sambutannya menyatakan bahwa UKM akan menjadi tuan rumah dalam perhelatan ISCII tahun depan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar