.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

28/05/19

H. Hasbi, M.PdI: Kegiatan Keagamaan di Sekolah Harus Kreatif dan Inovatif

TAKALAR, TURUNGKA.COM. Koordinator Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Takalar, H. Hasbi Dg Nanting, M. Pdi menyatakan bahwa seluruh sekolah mestinya mengembangkan kegiatan bernuansa keagamaan yang kreatif dan inovatif. Pernyataan ini disampaikannya pada kegiatan Pesantren Kilat di SMA Negeri 1 Takalar, Rabu (28/05/2019).
Menurut Aji Nanting, begitu beliau akrab disapa bahwa kegiatan keagamaan di sekolah merupakan salah satu strategi paling ampuh dalam menanggulangi kemerosotan akhlak di kalangan generasi muda.

"Saat ini, generasi  muda menghadapi godaan yang kian berat. Di dunia nyata mereka menghadapi serangan narkoba yang kian gencar sementara di dunia maya, kaum muda Indonesia dikepung berita bohong alias hoaks, ujaran kebencian juga ajaran-ajaran teroris yang membahayakan," terang ustadz kondang dari Lingkungan Ballo itu.

"Oleh karena itu, seluruh sekolah harus melakukan terobosan-terobasa kreatif dalam pengembangan kegiatan keagamaan. Selain kegiatan-kegiatan yang sudah populer seperti penuntasan buta aksara Al-Qur'an maupun pembiasaan ibadah shalat dhuha dan berjamaah zuhur di lingkungan sekolah, maka penanggung jawab pendidikan di sekolah juga perlu mendesain kursus-kursus yang bersifat spesifik," jelasnya.

"Kursus spesifik yang saya maksud seperti kursus hafalan Al-Qur'an secara intensif, kursus pembinaan Tilawatil Quran bagi siswa yang berbakat juga kursus juru dakwah bagi kalangan pelajar. Dengan demikian, siswa tidak hanya berposisi sebagai objek pemelajaran pendidikan agama, namun mereka juga akan aktif menjadi subjek yang mendakwahkan agama," terangnya.

Sambutan peserta pesantren ketika menyaksikan pembawaan materi yang sesekali diselingi humor nampak begitu antusias dan bersemangat. Beberapa siswa ikut andil dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ala kaum milenial.

"Bagaimana membangun kesadaran generasi muda ketika mereka mulai meragukan ajaran agama dan lebih tertarik berinteraksi dengan media sosial?" Tanya Gilang siswa kelas X MIPA 4.

Maka dengan lugas dan cerdas, ustadz Hasbi menjawab :
"Kita perlu mengembalikan strategi dakwah, bil hikmah wal mauizatil hasanah. Ketika agama diajarkan dengan hikmah dan keteladanan, maka generasi muda bisa merasakan kehadiran agama hingga di kedalaman hati dan segenap pikirannya. Dengan begitu agama akan selalu menjadi solusi bagi generasi muda," pungkasnya. (zdr/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar