.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

19/01/20

PMR SMAN 5 Takalar Buat Tanggul Penahan Ombak Tuk Antisipasi Abrasi Pantai di Galesong


GALESONG UTARA, TURUNGKA.COM.  Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 5 Takalar membuat tanggul penahan ombak agar tidak terjadi abrasi pantai yang ada di pantai Tamasaju, Kec. Galesong Utara (Galut), Takalar. Aksi tersebut, dengan mengisi karung dengan pasir, yang dijadikan sebagai tanggul yang berfungsi menahan ombak agar tidak terjadi abrasi di pantai tersebut.

Hal yang dilakukan PMR ini diikuti para pembina, alumni dan seluruh pengurus, dengan alasannya sebagai upaya untuk meminimalisir akan terjadinya abrasi yang luas lagi di sekitar pesisir pantai Galesong. Sebagaimana Ketua PMR SMA N 5 Takalar sampaikan bahwa aksi tersebut mereka lakukan atas dasar kemanusiaan serta dari sumbangan dan partisipasi dari pihak sekolah.

 "Aksi ini kami lakukan kak atas dasar kemanusiaan. Selain itu, kita juga didukungan dari pihak sekolah dan ada juga beberapa hasil galang Dana yang kami lakukan", Kata Laylatul Aulia kepada Awak Turungka pada Ahad (19/01/2020).

Aulia juga menambahkan bahwa semoga dengan aksi sosial yang mereka lakukan ini bisa membuka mata seluruh masyarakat akan bahaya abrasi pantai dan mereka bisa turut serta dalam mengantisipasi hal tersebut.

"Kami berharap agar masyarakat yang terdampak dari abrasi pantai ini diperhatikan oleh pihak terkait dan hasil dari galang dana kami ini akan kami Kasih beli Batu Gunung berkolaborasi dengan salah satu Komunitas yang ada di Galesong". Tandasnya.

Sementara itu Hartati Dg.Ngintang salah seorang warga Tamasaju yang turut serta membantu mengatakan bahwa hal yang paling dibutuhkan masyarakat adalah bagaimana cara agar pesisir pantai tersebut diberikan batu pemecahan ombak agar abrasi tidak terus terjadi lagi.

 "Kami sangat bersyukur bilamana ada orang yang bisa memperhatikan keadaan kami disini. Saat ini masyarakat  lebih membutuhkan batu gajah di sekitar pantai ini supaya ombaknya tidak langsung mengenai  rumah warga". Pungkasnya.
Share:

1 komentar: