.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

10/03/20

DPP Lidik Pro Sulsel Tolak Kedatangan Kapal Pesiar Australia Demi Cegah Virus Corona Di Makassar



MAKASSAR, TURUNGKA.COM. Menanggapi isu merebak terkait dengan rencana kedatangan Kapal Pesiar MS. Coral Adventure Vory 002 asal negara tetangga—Australia. Membuat ketua DPP Lembaga Invstigasi Mendidik Pro Rakyat Sulsel (DPP LIDIK PRO SULSEL) angkat bicara pada Selasa (10/03/2020)

"Adanya keluhan salah seorang warga sekitar Jalan Nusantara Kota Makassar yang tak ingin disebutkan namanya, bahwa kedatangan Kapal Pesiar MS. Coral Adventure Vory 002 asal negara tetangga yaitu Australia itu sangat membuat mereka resah dan berharap kepada pihak terkait untuk menolak keras kedatangan kapal pesiar tersebut untuk bersandar di pelabuhan Makassar," kata Kemal Situru.

Menurut Kemal, pihak yang terkait mesti menolaknya, demi mencegah penyebaran virus Corona yang dapat mematikan bagi terkena penyakit ini.

"tentu dinas Perhubungan Sulsel, Kesyahbandaran Utama, Imigrasi Makassar, Polda Sulsel, Polres Pelabuhan Makassar, Pemkot Makassar,dan pihak terkait lainnya. Untuk menolak kedatangan Kapal Pesiar MS. Coral Adventure Vory 002" lanjutnya.

"Kendati Australia bukanlah negara dengan kategori zona merah Covid-19 (corona), akan tetapi Australia masuk kedalam daftar 47 negara yang telah terdampak virus corona (covid-19). Maka kami ajak untuk mencegah kemungkinan celah virus itu masuk ke Makassar dengan salah satunya menolak keras kedatangan kapal itu sandar di Makassar. Dan berdasarkan dari informasi yang kami telah himpun bahwa kapal tersebut akan tiba di perairan Makassar pada rabu 11 maret 2020 besok," tegasnya.

Bagi LSM Lidik PRO Sulsel ini, bila tanggapannya tak direspon maka ia akan memobilisasi massa untuk sama-sama mengadakan aksi unjuk rasa.

"Jika hal ini tidak disikapi lebih serius, kami dari LSM LIDIK PRO Sulsel akan siap turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan Kapal Pesiar MS. Coral Adventure Vory 002 asal negara tetangga Australia itu." Pungkasnya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar