.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

23/05/20

Gandeng DPP SEMMI. DMI dan BNPB Gelar Deklarasi Gerakan Bangkit Dari Masjid


BANTEN, TURUNGKA.COM. Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) melakukan Deklarasi 'Gerakan Bangkit dari Masjid' yang ini dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, beserta para pimpinan OKP Islam Nasional, DKM Al-Kautsar, influencer, dan banyak komunitas lainnya.

Deklarasi tersebut, yang digelar di halaman Masjid Raya Al Kautsar, Komplek Vila Dago, Pamulang, Tangerang, Banten ini merupakan spirit kebangkitan masjid yang selama ini mengalami penutupan di tengah pandemi Corona Virus Deases (Covid) 19.  Hal ini yang dikatakan Ketua Departemen Pemuda Dewan Masjid Indonesia pada Jum'at (22/5/2020).

"Covid-19 memang membawa banyak cerita duka, tetapi juga memiliki banyak hikmah yang diantaranya memantik rasa kesadaran kita untuk bangkit dari masjid," ucap  Arief Rosyid Hasan.

Menurutnya, untuk menilai yang paling penting dari deklarasi ini adalah bagaimana kemudian keterlibatan seluruh stakeholder dalam konsep pentahelix agar mempercepat kesuksesan kegiatan kampanye “Bangkit dari Masjid”, terkhusus organisasi kepemudaan. Apalagi tercatat ratusan organisasi kepemudaan secara nasional, dan yang terjejaring di daerah, dengan jutaan potensi generasi mudanya mampu menyasar ratusan masjid yang ada di bumi Pertiwi ini.

“Seperti yang kita tahu, ada sekitar 800.000 Masjid seluruh Indonesia, yang tersebar dari kota hingga pelosok, di jalan utama hingga di gang-gang sempit. Potensi ini harus diberdayakan secara sosial ekonomi oleh generasi muda tidak hanya dalam momentum pandemi Covid-19, tetapi juga setelahnya”. Tandas Arief yang juga merupakan inisiator gerakan pada Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri.

Sementara itu, Miftah yang hadir mewakili Ketua Umum DPP SEMMI, M. Azizi Rois, mengatakan bahwa masjid tetap harus menjadi pusat gerakan gotong royong umat baik itu dalam bidang ekonomi, informasi, dan sosial.

"Di masa pandemi seperti sekarang ini, kegiatan ibadah di masjid yang dialihkan ke ibadah di rumah, bukan berarti masjid ditutup total sebagai antisipasi berkumpulnya banyak orang yg nantinya akan berdampak pada penyebaran covid-19. Namun harusnya masjid tetap menjadi central kegiatan yang dapat digunakan untuk fungsi sosial ekonomi, pendataan masyarakat, informasi, edukasi, dan ketahanan pangan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Maka, DPP SEMMI sangat siap mendukung dan menjalankan Gerakan Bangkit dari Masjid ini." Pungkas Miftah yang akrab disapa Ando ini.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar