.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

06/05/20

Konsolidasi Gerakan Mahasiswa, Azizi: Terus Tunjukkan Aksi Nyata Mahasiswa Dan Jangan Berhenti Kritisi Kebijakan Pemerintah Yang Tidak Berpihak Pada Rakyat!


JAKARTA, TURUNGKA.COM. Di tengah pandemic Covid-19, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) bersama OKP lainnya menyatukan konsolidasi gerakan mahasiswa Indonesia dalam tajuk “MENUJU KONSOLIDASI GERAKAN MAHASISWA”, yang diinisiasi Aktivis Rumah Peneleh Jang Oetama pada 5 Mei 2020 melalui diskusi online.

Dalam diskusi seru tersebut, Moch. Azizi Rois (Ketum DPP SEMMI) menyampaikan bahwa semangat gerakan kebangsaan harus dibangun bersama seperti founding father HOS Tjokroaminoto. “SEMMI dan Rumah Peneleh memiliki hubungan yang sangat kuat, karena sama-sama membangun gerakan dari pemikiran HOS Tjokroaminoto sebagai pemimpin pergerakan pertama di Indonesia. SEMMI merupakan organisasi mahasiswa pelanjut perjuangan pak Tjokro, dan rumah peneleh adalah rumah pak Tjokro yang bernilai sejarah yang telah mampu mencetak tokoh-tokoh besar sekaliber Bung Karno, Semaoen dan Kartosuwirjo. Maka, hari ini kita perlu mengkonsolidasikan gerakan bersama dalam bingkai kebangsaan meski berbeda ruh gerakan organisasinya, berbeda agamanya, dan berbeda suku bangsa. Yang penting kita berkontribusi terbaik bagi perubahan menuju bangsa dan Negara yang lebih baik.” paparnya.

Selain itu, Azizi juga menegaskan bahwa konsolidasi tersebut harus menunjukkan eksistensi gerakan mahasiswa yang selama ini selalu dipertanyakan khalayak publik meski di masa-masa sulit menghadapi Covid-19. “Di tengah pandemi ini, konsolidasi kita harus memastikan bahwa gerakan mahasiswa tidak pernah diam, kita selalu hadir walaupun dalam berbagai keterbatasan. Kita terus berbuat untuk masyarakat dengan aksi-aksi nyata kita di lapangan, mendorong Pemerintah untuk bersama melawan covid-19, serta sekaligus pula tetap mengkritisi beberapa kebijakan pemerintah yang tidak menunjukkan keberpihakannya terhadap masyarakat.” tegas dia.

Sebelumnya, beberapa hal menjadi fokus pembahasan mendalam pada diskusi tersebut, diantaranya dampak pandemi terhadap kondisi pendidikan, ekonomi, budaya, politik, dan kesehatan. Para pimpinan OKP berharap, pemuda menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, harus berani mengevaluasi dan mengkritik kebijakan pemerintah yang mencederai kepentingan rakyat banyak.

Pembicara lain, Korneles Galanjinjinay (Ketum GMKI) menyampaikan bahwa di tengah pandemi ini Indonesia masih terbelit persoalan-persoalan bangsa yang belum sepenuhnya membuat rakyat sejahtera. “Indonesia saat ini sedang tidak normal. Banyak sekali persoalan bangsa kita ini. Mulai dari kartu pra kerja, omnibus law, akses untuk orang asing di tengah kebijakan stay at home, dan masih banyak lagi,” tegasnya.

Afandi Ismail (Ketum HMI MPO), dalam hal ini menyampaikan bahwa banyak permasalahan negara di tengah pandemi, gerakan mahasiswa harus mampu menjadi penyeimbang dalam semua kebijakan pemerintah.

Selain itu, Sekjen KMHDI, I Made Sudayanasa, menyampaikan bahwa dampak covid-19 memang terasa di semua lini kehidupan, “Kita tidak bisa menutup mata atas kebijakan pemerintah. Namun kita harus tetap mengontrol dan mengawasi kebijakan tersebut misalnya lewat dana desa dan hal lain yang dapat di jangkau.”
Ahmad Fauzi (Kordinator Aktivis Peneleh) melanjutkan bahwa konsolidasi gerakan mahasiswa tidak hanya berbentuk pengumpulan masa atau kritik atas kebijakan pemerintah, tetapi aksi-aksi positif konkret yang langsung bersinggungan dengan persoalan, seperti pemenuhan kebutuhan masyarakat korban PHK, dan lain-lain, “OKP harusnya bisa menggerakkan kader yang tersebar di mana-mana untuk melakukan aksi berpihak. Agar permasalahan nyata di sekitar mereka, tetangga, saudara atau teman akibat pandemi juga teratasi. Tidak hanya sisi ekonomi, tapi juga budaya, agama, dan sosial,” imbuhnya.

Adapun kedelapan OKP itu adalah DPP Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), PB Himpunan Mahasiswa Islam (MPO), PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Share:

0 komentar:

Posting Komentar