.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

07/06/20

Ketua JOIN Takalar : Stop!!! Fitnah Rumah Sakit Dengan Dalih Panen Duit Ditengah Pandemi Covid-19


TAKALAR, TURUNGKA.COM. Banyaknya informasi yang menguat disosial media hingga beredar kemasyarakat mengenai pemakaman pasien PDP yang dituduh COVID 19 serta  hoax dana 321 juta kepada setiap pasien membuat banyak fitnah keji yang muncul yang begitu terasa kepada pihak tenaga medis.

Mendengar informasi yang memilukan ini. Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Takalar mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat yang cepat percaya sehingga membuat tenaga medis menjadi murung.

"Sementara kita sadari bersama bahwa saat ini mereka tenaga medis sedang berjuang untuk menolong saudara saudara kita yang menderita covid-19. Seyogyanya statement itu tidak dilontarkan karena menurut saya itu kurang tepat," tutur Aimal Situru Ketua DPD JOIN Takalar tersebut.

"Dan menyoal prosedur pemakaman pasien PDP dan soal dana ini juga digaungkan oleh seorang laki laki atas nama ANDI BASO RYADI MAPPSULLE keluarga dari pasien yang meninggal di rumah sakit Bhayangkara beberapa hari lalu, Saya sedih melihat atas meninggalnya. Namun seharusnya jangan sampai kita mengeluarkan pernyataan itu ke masyarakat karena memunculkan fitnah dan mengubah mindset kita seolah wabah ini adalah ajang bisnis," tambahnya dengan penuh sesal.

Bahkan menurut Aimal dengan tegas menyatakan bahwa apa yang dituduhkan ini tak ada bukti. Pasalnya para tenaga medis kita hingga saat ini berjuang untuk menyelamatkan nyawa manusia ditengah pandemi ini. Ungkapnya pada Ahad (07/06/2020).

"Kondisi dikeluarkannya pernyataan tersebut, yang di tujukan kepada rumah sakit dimana disisi lain tenaga medis sedang berjuang untuk nyawa org lain. Dan sejauh ini kita belum memiliki fakta bahwa pihak rumah sakit jadikan wabah ini sebagai lahan bisnis dan ini fitnah keji," imbuhnya.

Maka dengan ini, dirinya mewakili rekan - rekan di DPD JOIN Takalar mengharap agar statement itu ditiadakan dan jangan merubah pola pikir masyarakat terhadap rumah sakit dan tenaga medis.

"Kemudian, meminta dengan hormat kepada keluarga pasien yang telah mengeluarkan stetmen mengenai angka 321 jt/pasien untuk segera memperlihatkan butki secara transparan kepada masyarakat dan kepada pihak kepolisian karena setau kami tidak ada angka 321Jt/pasien dalam SK menteri keuangan yang ada adalah pemberian santunan kematian 300 juta kepada tenaga medis yang meninggal saat melaksanakan tugas berdasarkan keputusan menteri kesehatan No. HK.01.07/MENKES/278/2020 tentang pemberian insentif dan tunjangan kematian bagi bagi tenaga medis yang menangani covid 19."

Angka ini menurut Aimal adalah merupakan santunan untuk tenaga medis jika meninggal akibat tertular covid 19 saat bertugas dan itupun saya yakin tidak ada tenaga medis yang berharap mati demi santunan itu.

"Seyogyanya pihak yang mengeluarkan statement tersebut untuk meminta maaf ke masyarakat jika memang tidak memiliki bukti yang kuat. Dan terakhir, mari tetap ikuti protokoler kesehatan karena pandemi covid-19 ini belum berakhir." tutup Aimal Situru.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar