.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

26/06/20

Pemuda Muslimin Sulsel Bakal Bincang "Liberalisme dan Islam" Lewat Halaqah Daring

MAKASSAR, TURUNGKA.COM. Kilas balik Liberalisme, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar halaqah daring. Bertemakan "Menakar Ulang Liberalisme Dalam Khasanah Pemikiran Islam", diskusi ini akan berlangsung pada hari Ahad, (28/06/20) Pukul 16.15 - 17.15 Wita Via Instagram (@pemudamusliminsulsel, @arhanuddinsalim, @pojokalithea28) 
 
Diskusi akan di pandu oleh Ketua Bidang Intelektual dan Seni Budaya PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel, Muh. Asrul Al Fatih dan menghadirkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Manado, Arhanuddin Salim sebagai narasumber.

Lahirnya agenda diskusi ini dilatar belakangi oleh banyaknya isu yang timbul bahwa pemikiran yang begitu sering disalahpahami dalam konteks pemikiran Islam adalah liberalisme. Bahkan, MUI sampai mengeluarkan fatwa soal pemikiran ini.

Ketua Bidang Intelektual dan Seni Budaya PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel, Muh. Asrul Al Fatih mengatakan, sampai saat ini, Liberalisme dan Islam masih terus menjadi perbincangan hingga memunculkan perdebatan. Tentu yang massif kelompok yang saling tunjuk antara Fundamentalis dan Liberal

"Bagaimana duduk soalnya? Apa betul liberalisme memang patut diwaspadai? Atau ini justru akibat salah paham belaka? menjadi pertanyaan-pertanyaan sederhana seputar tema yang kita angkat," Tutur Asrul

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa menyikapi hal tersebut, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mencoba membincang isu ini dalam halaqah daring sebagai satu wacana yang mesti dirunut secara jernih. Sebab implikasi dari Islam dan Liberalisme itu sendiri tidak hanya sekadar berpengaruh pada cara kita berkeyakinan atas tindak tanduk dalam beragama secara ritual, namun juga lebih pada kehidupan sosial-politik.

Kader Pemuda Muslimin itu juga menyampaikan, kita berharap diskusi ini bisa menjadi pemantik untuk menghadirkan diskursus alternatif diantara sumpeknya pemikiran dan kelompok dari Islam fundamentalis, pun bagi kelompok yang berlabel liberal.

"Semoga melalui diskusi ini kita tidak terjebak untuk hanya menghasilkan fatwa, tetapi lebih jauh menelaah konsekuensi dari Islam dan kehadiran liberalisme dalam konteks bernegara" Pungkasnya. (frm/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar