.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

17/06/20

Tolak Kenaikan Tagihan Listrik, HMI Badko Sulselbar Gelar Unjuk Rasa

MAKASSAR, TURUNGKA.COM. Dalam rangka menolak kenaikan tagihan listrik yang dianggap mencekik masyarakat,  Himpunan Mahasiswa Islam Badko Sulselbar menggelar unjuk rasa depan kantor PLN Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar di Jl. Letjen Hertasning, Makassar. Rabu, 17/6/2020. Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Lanyala S Ewarno selaku Korlap dan Ketua HMI dan Nugi Jenderal Lapangan. 
 
Koordinator lapangan, Lanyala S Ewarno mendesak agar PLN transparan kepada pelanggan mengenai rincian tagihan listrik, sebab lonjakan tagihan listrik yang diterima oleh warga dianggap kebijakan sepihak dan sangat merugikan pelanggan.

“HMI mendesak PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar untuk melakukan transparansi rincian tagihan listrik pelanggan, kebijakan sepihak PLN yang mengakibatkan lonjakan tagihan listrik sangat bertentangan dan melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen”. Ujar Lanyala S Ewarno Korlap.

Aksi tersebut selain orasi di tengah jalan, juga membagikan selebaran bentuk pernyataan sikap kepada pengendara yang melewati jalan Hertasning.

Sementara itu,  Nugi selaku jendral lapangan juga meminta agar tidak adanya pencabutan atau penyegelam meteran di masa Pandemi ini.

“Menolak keras pencabutan dan pembongkaran KWH Meter oleh PLN di tengah pendemi Covid-19, mendesak aparat penegak hukum (POLRI Dan kejaksaan serta badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera memeriksa dan melakukan audit manajemen keuangan serta dugaan penyalahgunaan anggaran di tubuh PT. PLN (Persero) Wilayah SULSELBAR dan mendesak Pencopotan Jabatan General Manager (GM) PT. PLN (Persero) Wilayah SULSELRABAR apabila dalam waktu 2×24 Jam tidak menindaklanjuti tuntutan ini”. Pungkas Nugi.

Setelah lama menyampaikan aspirasinya, pengunjuk rasa ditemui oleh senior Manajemen Niaga PLN unit induk wilayah Sulselbar, Sudirman, akan tetapi peserta aksi menolak dan meminta agar general manajer yang harus menemui massa. Kemudian setelah menutup full jalan Hertasning,. Para pengunjuk rasa meninggalkan lokasi aksi lalu menuju Kantor BPK Pettarani Makassar. (rls/And/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar