.post img { vertical-align:bottom; max-width:100%; max-height:100% }

16/07/20

Aktifis CMI Geram Melihat Persekusi Korban Dan Pelaku Pembuangan Bayi di Galut Melalui Media Sosial

GALUT, TURUNGKA.COM. Warga Dusun Saggebongga Desa Aeng Towa Kacamatan Galesong Utara digegerkan oleh penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang masih dililit tali pusar Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 17.00 Wita.
 
Dengan cepat informasi tersebut tersebar melalui media massa dan sosial media, hari ini, Kamis (16/7/2020) setelah pelaku pembuangan bayi ditemukan warga net beramai-ramai melakukan persekusi di media sosial yang menampilkan foto pelaku secara fulgar.

Menyikapi hal tersebut, Sri Cahyana salah seorang Aktifis Cita Madani Institute (CMI) menyesalkan sikap sebagian warga net yang melakukan persekusi terhadap pelaku pembuangan bayi.

"Melihat banyaknya akun media sosial yang melakukan persekusi terhadap pelaku dengan menampilkan foto dan biodata lengkapnya amat kami sesalkan, secara etis, pelaku harusnya tidak diungkap foto dan biodatanya secara lengkap". Ungkapnya geram.

Sri Cahyana melanjutkan bahwa pelaku yang masih dibawah umur tentu juga akan berefek pada kondisi psikologisnya, menurutnya sebagai perempuan tentu kita paham kondisi berat secara fisik dan tekanan batin. Olehnya itu, Sri berharap agar warga net bersikap lebih dewasa dan mengedepankan rasa empati.

"Sepatutnya pelaku ini kita posisikan sebagai korban, ada banyak pihak yang harus bertanggung jawab seperti peran pemerintah dalam edukasi seksual, peran sekolah, lingkungan dan keluarga. Saya mengajak seluruh warga net untuk mengedepankan rasa empatinya daripada menghujat". Pungkasnya.  (idm/rdp)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar